Berita Palembang

Jata Sangat Bahagia Sapinya Ditemukan Polisi, tapi tak Menduga Salah Satu Pelaku adalah Tetangganya

Sapi miliknya dapat ditemukan setelah tim Unit III Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel menangkap lima orang pelaku yang merupakan spesialis pencuri

Editor: Sudarwan
Dok Jatanras Polda Sumsel
Jata (kedua dari kanan), warga Desa Baru, Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), merasa bersyukur sapinya yang hilang beberapa waktu yang lalu dapat ditemukan oleh Jatanras Polda Sumsel. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Jata (56), warga Desa Baru, Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), merasa bersyukur sapi yang hilang beberapa waktu yang lalu dapat ditemukan.

Sapi miliknya dapat ditemukan setelah tim Unit III Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel menangkap lima orang pelaku yang merupakan spesialis pencuri sapi di Desa Baru Kecamatan Rambutan, Banyuasin.

Dalam penangkapan lima orang pelaku, tim Unit III Jatanras Polda Sumsel juga mengamankan barang bukti satu ekor sapi hasil curian yang ternyata milik Jata.

"Saya sangat bersyukur, berkat polisi berhasil menangkap pelaku pencuri, sapi saya juga berhasil ditemukan," ujar Jata saat mengambil sapi miliknya di Polda Sumsel, Senin (28/11/2022).

Ia dapat mengenali sapi tersebut merupakan miliknya karena adanya tanda atau ciri-ciri di bagian depan sapi tersebut.

Jata (kanan), warga Desa Baru, Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), merasa bersyukur sapinya yang hilang beberapa waktu yang lalu dapat ditemukan oleh Jatanras Polda Sumsel.
Jata (kanan), warga Desa Baru, Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), merasa bersyukur sapinya yang hilang beberapa waktu yang lalu dapat ditemukan oleh Jatanras Polda Sumsel. (Dok Jatanras Polda Sumsel)

"Ada tanda lahirnya. Dari tanda itulah saya dapat mengenali bahwa sapi tersebut merupakan sapi milik saya," ujarnya.

Ia sangat terharu sapi yang ia pelihara sejak lahir tersebut akhirnya dapat kembali dengan keadaan sehat.

Namun yang membuat Jata terkejut, ternyata komplotan yang sering mencuri sapi milik warga di desanya tersebut tak lain adalah warga satu kampungnya yang ia kenal.

"Sapi di desa saya itu memang sering hilang, namun saya tak menduga pelakunya adalah orang satu desa dan lebih mirisnya rumah salah satu pelaku tak jauh dari rumah saya," ujarnya.

Dapatkan informasi penting dan menarik lainnya dengan mengklik Google News

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved