Berita Muara Enim

Ibu Kandung Tega Menghabisi Nyawa Anak Berusia 10 Hari, Hanya Hal Ini Penyebabnya

Harimau hewan buas saja tidak akan membunuh anaknya sendiri. Namun pepatah itu, tidak berlaku bagi Ranti Ilmianti (22) warga Desa Muara Dua Kecamatan

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: bodok
SRIPOKU.COM/ari
Tampak Suasana di rumah keluarga korban  

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM - Harimau hewan buas saja tidak akan membunuh anaknya sendiri. Namun pepatah itu, tidak berlaku bagi Ranti Ilmianti (22) warga Desa Muara Dua Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Pali.

Justru ibu kandung tega menghabisi nyawa anaknya bernama Ratu Kusnaini yang baru berusia 10 hari di Dusun Vl Desa Dalam Kecamatan Belimbing Kabupaten Muara Enim, Sabtu (25/11/2022) sekitar pukul 17.00.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, kejadian tersebut pelaku yang merupakan ibu korban datang untuk melihat anaknya yang diadopsi oleh Edy Kusnadi (49) warga Desa Dalam Kecamatan Belimbing Kabupaten Muara Enim sekitar pukul 10.00.

Melihat pelaku datang, Monika dan mertuanya yang sedang menjaga korban tidak terlalu curiga dan membiarkannya melihat anaknya yang sedang tertidur.

Namun sekitar pukul 17.00, ketika Monika (19) sedang sendirian di rumah menjaganya tiba-tiba ibu kandungnya berusaha menusuk korban dengan sebilah pisau yang telah disiapkan pelaku dari rumah.

Melihat aksi yang membahayakan korban, Monika langsung menghalangi pelaku dengan menangkap pisau pelaku sehingga menyebabkan jari tangannya terluka.

Karena kalah tenaga, Monika langsung berlari keluar dengan tujuan meminta pertolongan ke warga.

Selanjutnya teriakan tersebut didengar Yumadi (37) dan datang langsung membantu korban mengamankan pelaku, lalu kemudian Monika memeriksa korban yang sudah tidak bernyawa lagi, dengan luka di bagian leher.

Lalu sekitar pukul 17.13, aparat TNI dan Kepolisian menghubungi puskesmas Teluk Lubuk, kecamatan Belimbing untuk melakukan pemeriksaan dan mengamankan TKP, pelaku dan BB ke Polres Muara Enim, serta memeriksa saksi-saksi.

Menurut Yeti (28) anak tertua dari Edi Kusnadi menjelaskan, pelaku bercerita tentang perceraiannya dengan suaminya, dan menghadap ayahnya (Edy kusnadi,red) karena tidak ada uang untuk melahirkan, karena dalam kondisi hamil besar dan bersedia menyerahkan hak asuh anaknya.

Mendengar hal tersebut akhirnya ayahnya bersedia membantu biaya persalinan.

Setelah melahirkan, pelaku masih ikut di rumah ayahnya selama dua hari. 

"Hak asuh tersebut dengan surat perjanjian bermaterai, dua hari setelah melahirkan pelaku pamit pulang ke rumahnya, barulah kemudian kemarin, Jumat (25/11) pelaku kembali lagi mengunjungi anaknya sehingga terjadilah kejadian naas tersebut," katanya.

Sebenarnya, kata Yeti, pihaknya tidak berniat mengadopsi, tapi karena kasihan melihat keluh kesah pelaku, maka dibantu melahirkan dengan perjanjian tertulis, pelaku sudah memasrahkan anaknya untuk diadopsi.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved