Piala Dunia 2022

Profil Stadion Lusail di Piala Dunia 2022, Stadion Paling Ramah Lingkungan di Qatar

Semua stadion yang menjadi venue Piala Dunia 2022 ini berlokasi di lima kota berbeda yang masih berada di sekitar Doha, ibu kota dari Qatar.

AFP/KARIM JAAFAR
Stadion Lusail yang menjadi salah satu venue Piala Dunia Qatar 2022 yang berkapasitas 80.000 penonton. Stadion Lusail terletak di pinggiran ibu kota Qatar, Doha. 

SRIPOKU.COM -- Selama pertandingan Piala Dunia 2022, Qatar sebagai tuan rumah sudah mempersiapkan delapan stadion untuk semua gelaran pertandingan.

Semua stadion yang menjadi venue Piala Dunia 2022 ini berlokasi di lima kota berbeda yang masih berada di sekitar Doha, ibu kota dari Qatar.

Salah satu stadion yang disiapkan untuk Piala Dunia 2022 di Qatar tersebut adalah Stadion Lusail.

Stadion Lusail Iconic, menjadi venue utama yang akan digunakan sebagai tempat pelaksanaan pertandingan semifinal dan final serta penutupan Piala Dunia 2022. Stadion ini dibangun pada April 2017 silam dan selesai empat tahun kemudian pada April 2021. Meski begitu, peresmiannya baru dilakukan pada November 2021.

Kapasitas yang dimiliki stadion ini sebanyak 86.000 penonton, dan memang dirancang sebagai bagian dari proposal tuan rumah piala dunia yang diajukan Qatar pada 2010 silam.

Desain dan tender pembangunannya pun baru diproses setelah Qatar ditetapkan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Norman Foster yang menjadi arsitek utama dari stadion ini mempelajari peninggalan, Islam vas emas dan lentera fanar, yang identik dengan budaya Qatar.

Hasilnya ia terapkan dalam bentuk dan fasad stadion yang menggambarkan era keemasan seni dan keindahan di Jazirah Arab.

Stadion ini juga memiliki penggunaan daya atau energi ramah lingkungan.

Hal ini dibuktikan dengan pendingin ruangan (AC) di dalam arena yang menggunakan listrik bertenaga matahari sehingga diklaim tidak meninggalkan jejak karbon atau gas emisi.

Selain itu, diterapkan juga teknologi daur ulang air yang bisa digunakan untuk menyiram tanaman di sekitar stadion, sehingga Lusail mampu menghemat 40 persen lebih banyak dari stadion konvensional.

Ditambah dengan fasilitas sekitarnya seperti kemudahan akses dan desainnya yang megah, Stadion Lusail berhasil menyabet banyak penghargaan dari berbagai instansi.

Salah satunya Global Sustainability Assessment System (GSAS), yang dikelola oleh Gulf Organisation for Research & Development (GORD).

Bahkan, stadion ini juga mendapatkan peringkat A untuk GSAS Construction Management.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved