Berita Lahat

Dengan Rencana APBD Tahun 2023 Rp2,39 Triliun, Diharapkan Mampu Entaskan Kemiskinan di Lahat

Nopran menyebutkan, saat ini kemiskinan di Lahat berada diangka 16,56 persen. Dan tahun 2023 nanti diharapkan bisa turun jadi 10 persen.

Penulis: Ehdi Amin | Editor: Ahmad Farozi
ehdi amin/sripoku.com
Nopran Marjani, anggota DPRD Lahat. 

SRIPOKU.COM, LAHAT - APBD Lahat tahun 2023 direncanakan Rp2,39 triliun.

Dengan dana tersebut, diharapkan mampu mengentaskan kemiskinan di Lahat yang berada diurutan kedua daerah termiskin di Sumsel.

Demikian dikatakan anggota DPRD Lahat, Nopran Marjani, Kamis (24/11/2022).

Karena itu, Nopran menginginkan dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) di DPRD Lahat, program kerja OPD tahun 2023 selaras untuk mengentaskan kemiskinan.

Nopran menyebutkan, saat ini kemiskinan di Lahat berada diangka 16,56 persen. Dan tahun 2023 nanti diharapkan bisa turun jadi 10 persen.

Untuk menurunkan angka tersebut, tidak bisa dilakukan oleh satu OPD saja. Karena Kemiskinan merupakan isu kompleks, yang harus dilakukan secara gotong royong.

"Rapat Banggar ini sangat penting, kita inginkan program pengentasan kemiskinan itu benar dimasukkan di anggaran tahun 2023," katanya.

Dikatakan, kantong kemiskinan ini berkelompok, karena itu cara pengentasannya pun berbeda-beda.

Seperti di Dapil III dan Dapil IV yang mayoritas petani kopi. Kondisi itu jelas berbeda dengan Dapil V yang mayoritas petani sawit.

"Kalau petani sawit, tidak masuk kategori miskin. Tapi coba petani kopi, untuk dapat 1 ton setahun saja sudah susah," ujarnya.

"Inilah namanya kelompok miskin. Belum lagi masyarakat yang tidak punya kebun, hanya upahan berkebun kopi," katanya.

Untuk menjalankannya, Nopran mencontohkan, Dinas Sosial bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Lahat untuk mendapatkan data.

Kemudian OPD seperti Dinas Perkebunan memprogramkan penyaluran stek kopi, agar hasil kopi petani jadi meningkat.

"Datanya harus ada dahulu, siapa orangnya, dimana lokasinya, apa yang dibutuhkan," katanya.

"Dengan begitu, program peningkatan pendapatan masyarakat miskin, bisa tersalur tepat sasaran," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved