5 Bulan LP Tak Diproses, Asri Korban Pengeroyokan Mantan Suami Datangi Polrestabes Palembang

Didampingi kedua saudaranya korban datang ke Polrestabes Palembang usai melaporkan pengeroyokan yang dilakukan HN dan IM pada 16 Juni 2022 lalu

Editor: Wiedarto
Tribun Bali/Prima
Ilustrasi penganiayaan. 5 bulan LP belum diproses, Asri datangi Polrestabes Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG,---Malang dialami Astri Puji Astuti (33) warga jalan Swakarsa Kertapati Palembang. Dirinya sudah menjadi korban pengeroyokan di rumahnya sendiri yang dilakukan mantan suami dan istrinya.
Karena laporannya belum ditindaklanjuti membuat korban pun mendatangi Polrestabes Palembang untuk mempertanyakan kelanjutan peristiwa yang ia alami, Kamis (24/11/2022), sore.

Didampingi kedua saudaranya korban datang ke Polrestabes Palembang usai melaporkan peristiwa pengeroyokan yang dilakukan HN dan IM pada 16 Juni 2022 lalu. " Sudah melapor pak, tapi sepertinya belum ditindaklanjuti. Oleh itulah kami kesini menanyakan laporan saya beberapa waktu lalu," katanya kepada Sripoku.com.

Terkait laporannya, dua orang saksi yang ada saat peristiwa pengeroyokan sudah dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan, namun sampai sekarang HN dan IM selaku terlapor belum dipanggil atau diamankan petugas terkait laporannya.

" Saksi saksi waktu itu yang ada dilokasi sudah diambil keterangan. Namun terlapor hingga kini belum di panggil atau diamankan. Saya takut terlapor datang dan berulah kembali,," katanya.

Informasi yang dihimpun Sripoku.com, peristiwa terjadi berawal saat kedua terlapor yang hendak menjemput sang anak datang ke rumah. Namun terlapor langsung main kasar dengan menarik rambut dan mencekiknya.

" Saat itu terlapor mau jemput anak pulang sekolah, biasa pak anak sering pulang ke rumah saya. Pada saat itu anak sedang jajan, dan tidak ada di rumah,' katanya.

Namun, bukan prilaku yang baik di berikan terlapor, saat itu, terlapor langsung marah-marah dan melakukan kekerasan kepadanya, selain ditarik rambut Astri mengaku juga dipukul, dicekik dan ditendang oleh terlapor.

" Saya dipukul, dicekik dan ditendang pak, saya tidak bisa melawan, akibat saya mengalami luka lebam disekujur tubuh saya," akunya.

Selain itu, terlapor juga melakukan pengerusakan pagar dan jendela kaca rumahnya.

"Pagar dan kaca kami juga dirusak oleh terlapor. Karena tak terima saya laporkan keduanya ke polisi, " ungkapnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Haris Dinzah mengatakan akan mengecek perkara ini, " Saya akan mengecek perkara ini, jika sudah lengkap berkasnya, untuk terlapor akan dilakukan pemanggilan," singkat Haris

Sumber:
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved