Profil Harun Yahya yang Divonis Hakim 8.658 Tahun Penjara, Selalu Dikelilingi Wanita Cantik
Sebelumnya ia dijatuhi hukuman 1.075 tahun penjara untuk kejahatan terkait penyerangan seksual, pelecehan seksual pada anak di bawah umur
SRIPOKU.COM, TURKIYE--Baru-baru ini heboh vonis yang dijatuhkan Pengadilan Istambul Turkiye kepada Adnan Oktar atau Harun Yahya selama 8.658 tahun. Apa kasus yang membelitnya hingga dijatuhi vonis tersebut?
Ya pada sidang ulang Rabu ( (16/11/2022)) Pengadilan kembali menjatuhkan vonis lebih tinggi kepada pria yang lebih dikenal dengan nama Harun Yahya.
Sebelumnya ia dijatuhi hukuman 1.075 tahun penjara untuk kejahatan terkait penyerangan seksual, pelecehan seksual pada anak di bawah umur, penipuan, dan upaya spionase politik dan militer pada 2021.
Dikutip dari Kompas.com, Kamis (17/11/2022) hukuman tersebut dibatalkan dan persidangan ulang menyatakan bahwa Harun Yahya dihukum penjara selama 8.658 tahun atas tuduhan pelecehan seksual dan merampas kebebasan seseorang. Ia selalu dikelilingi wanita cantik.
Lantas, sebenarnya siapakah Harun Yahya?
Siapa Harun Yahya?
Harun Yahya adalah penulis buku kontroversial dengan berbagai bukunya yang menentang teori evolusi.
Dikutip dari The Guardian, salah satu bukunya yang terkenal adalah Atlas Penciptaan atau The Atlas of Creation yang telah dicetak ribuan kali sejak terbit tahun 2006.
Buku tersebut memiliki berat sama dengan anak usia tiga tahun atau menurut WSJ, memiliki berat sekitar 13 pon.
Adapun buku ini banyak berisi sangkalan terkait teori evolusi yang dikenalkan oleh Charles Darwin.
Adnan Oktar, sebagaimana dikutip dari Reuters, pernah mengadakan konferensi pers yang aneh di atas sebuah kapal pesiar mewah di lepas pantai Bosphorus Utara Istanbul.
Saat itu, ia mengatakan bahwa kejahatan dunia akibat langsung dari Darwinisme.
“Komunisme, fasisme, dan Freemason berdiri di atas prinsip Darwinisme, dan kekuatan dunia kapitalisme berdiri di atas yang sama. Hitler dan Mao sama-sama Darwinis,” kata dia.
Rekam jejak Harun Yahya
Dikutip dari DailySabah, Adnan Oktar berusia 65 tahun dan merupakan seseorang yang putus sekolah.
Ia dianggap oleh Jaksa sebagai kepala sekte dan dianggap sebagai organisasi kriminal.
Adnan terkenal mulai tahun 1980-an saat mulai mendapat pengikut dari kalangan mahasiswa, anak-anak hingga elit kaya.
Pada tahun tersebut ia pernah ditangkap karena mempromosikan revolusi teokratis.
Setelah bertugas di rumah sakit jiwa, Adnan kemudian menulis buku dengan nama samaran Harun Yahya.
Selanjutnya pada 1990-an, ia mendirikan Science Research Foundation dan memperluas kultusnya dengan mempromosikan buku-buku anti evolusi.
Pada era 2000-an, ia mendirikan A9 TV dan kerap menampakkan diri dalam berbagai acara dengan menyampaikan pandangannya soal dunia, dan kadang sembari melakukan tarian yang aneh.
Pada 2021, jaksa menyebut Adnan Oktar tak lebih sebagai seorang pria yang melontarkan ceramah tentang agama dan teori konspirasi sembari dikelilingi pria dan wanita muda yang berpakaian rapi dan riasan tebal.
Oktar ditangkap dalam penggerebekan nasional serentak pada 2018 bersama dengan pengikutnya.
Dalam surat dakwaannya dia digambarkan sebagai geng kriminal yang berkembang pesat dalam pemerasan, pencucian uang, upaya spionase politikpenyiksaan, penculikan, penyadapan ilegal, penipuan, ancaman, percobaan pembunuhan dan pemalsuan, serta pelecehan seksual.
Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/harueklnss.jpg)