Berita Pali

Update Harga Karet di PALI Hari ini, Harga Masih Labil, Petani tak Bergairah Menyadap Karet

Harga karet yang tidak menentu ini dirasakan para petani karet di wilayah Desa Karta Dewa, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.

Penulis: Reigan Riangga | Editor: Ahmad Farozi
reigan/sripoku.com
Harga karet di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kualitas mingguan terbilang masih labil. Tiap pekan, harga selalu naik turun. Kondisi ini membuat petani karet tak bergairah. Tampak petani Karet diwilayah Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI saat menyadap karet, Kamis (17/11/2022). 

SRIPOKU.COM, PALI - Harga karet di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kualitas mingguan terbilang masih labil. Tiap pekan, harga selalu naik turun.

Kondisi ini membuat petani karet tak bergairah.

Sebab, pasca BBM naik, hanya harga getah merosot tajam akibat biaya angkut yang meningkat, sehingga pembeli menurunkan harga getah.

Harga karet yang tidak menentu ini dirasakan para petani karet di wilayah Desa Karta Dewa, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.

Sepekan terakhir harga karet sempat naik Rp7 ribu per kg. Tapi kini kembali turun menjadi Rp6,5 ribu per kg.

Sementara harga getah karet kualitas mingguan diwilayah Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi pada pekan kemarin berada di angka Rp5 ribu per kg.

"Harga karet ini tidak menentu. Kadang sepekan naik sepekan turun. Jadi kita bingung, kenapa bisa terjadi seperti itu," ujar Wari, petani karet di Desa Karta Dewa, Kecamatan Talang Ubi, Kamis (17/11/2022).

Labilnya harga karet membuat dirinya dan petani lain mesti mencari pemasukan tambahan agar kebutuhan rumah tangga tidak terganggu.

"Apalagi cuaca di penghujung tahun seperti ini tidak menentu. Sehingga akan berpengaruh terhadap hasil sadapan yang biasa kami lakukan setiap hari," tambahnya.

Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI Ahmad Jhoni mengatakan, petani karet mesti jeli melihat peluang dalam menambah pemasukan keluarga.

"Apalagi petani yang memiliki lahan pekarangan rumah, untuk bisa ditanam sayur dan lainya. Sehingga dengan begitu setidaknya bisa meringankan beban keluarga," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved