Berita Muba

Pj Bupati Muba Berang, Penambang Minyak Ilagal Masih Beraktifitas dan Cemari Sungai

"Ya, ini rupanya masih saja beraktifitas ditambah lagi mencemari sungai. Artinya, tidak mendengarkan instruksi," tegasnya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Ahmad Farozi
fajeri/sripoku.com
Pj Bupati Muba Apriyadi bersama Kapolres Muba AKBP Siswandi ketika mengecek lokasi sungai yang tercemar minyak mentah, Kamis (17/11/2022). 

SRIPOKU.COM SEKAYU - Masih adanya aktifitas illegal driling yang terjadi di Desa Tanjung Dalam Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Muba, membuat Pj Bupati Muba Apriyadi geram.

Pasalanya aktifitas illegal driling yang dilakukan oleh penambang kini telah mencemari Sungai Parung dan Sungai Dawas.

Tumpahan minyak hitam mengalir diatas sungai yang membuat sungai menjadi tercemar.

Pj Bupati Muba Apriyadi didampingi Dandim 0401 Muba Letkol Arm Dede Sudrajat dan Kapolres Muba AKBP Siswandi, mendatangi lokasi sungai yang tercemar akibat penampungan minyak ilegal, Kamis (17/11/2022).

"Kami beri waktu 24 jam. Semua penambang kita angkut dan pemodal aktifitas penambangan ilegal ini kita kejar dan diamankan," kata Pj Bupati Muba Apriyadi.

Pihaknya telah mengimbau para pekerja penambang minyak ilegal ini untuk menyetop semua aktifitas di lokasi penambangan minyak.

"Ya, ini rupanya masih saja beraktifitas ditambah lagi mencemari sungai. Artinya, tidak mendengarkan instruksi," tegasnya.

Mencegah aliran minyak mentah mencemari sungai pihaknya melakukan penutupan penampungan minyak dan memberikan sekat kanal.

"Kita tutup paksa penampungan minyak ilegal ini, dan semua minyak ini akan diamankan oleh pihak kepolisian," katanya.

"Dalam waktu dekat kita akan segera bersurat ke Kementerian Lingkungan Hidup untuk membantu mengatasi sungai yang telah tercemar minyak akibat pengeboran ilegal," tutupnya.

Kapolres Muba AKBP Siswandi menegaskan, dia telah memerintahkan jajaran Polsek untuk berkoordinasi dengan Forkopimcam termasuk perangkat desa segera menginventarisir aktifitas pengeboran minyak ilegal.

"Semua alat pengeboran yang masih saja beraktifitas akan diangkut dan diamankan ke Polres Muba. Kita akan terus berkoordinasi dengan pihak Forkopimcan terakit keadaan yang ada di lapangan," tegasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved