Berita OKU Timur

Komentar PN Baturaja Terkait Vonis Percobaan untuk Terdakwa Kasus Penganiayaan Siswa di OKU Timur

"Hakim berkeyakinan bahwa anak tersebut (pelaku) telah terbukti. Tapi memang pemidanaanya adalah percobaan," katanya.

Editor: Ahmad Farozi
edo/ts
Wakil Ketua PN Baturaja Ferdinaldo. 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Pihak Pengadilan Negeri (PN) Baturaja akhirnya angkat bicara mengenai vonis hakim terhadap pelaku tindak penganiayaan siswa di Kabupaten OKU Timur.

Sebelumnya Yati (42) orang tua dari korban BSP (17) mengadukan ke Komisi V DPRD Provinsi Sumsel.

Yati keberatan dengan vonis hakim yang memberikan hukuman percobaan enam bulan kepada tersangka yang sudah menganiaya anaknya hingga babak belur.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua PN Baturaja Ferdinaldo mempersilahkan apabila pihak korban melakukan pengaduan karena kurang puas dengan vonis hakim tersebut.

Ferdinaldo yang juga Humas PN Baturaja ini menjelaskan, pihak pengadilan intinya sudah menjatuhkan putusan pada terdakwa.

Yakni putusan percobaan dari tuntutan jaksa 10 bulan.

"Disitu sudah dipertimbangkan seluruhnya oleh hakim anak, keterkaitannya dengan dengan saksi-saksi, keterangan terdakwa, alat bukti yang ada dan lain-lain," ujarnya Kamis (17/11/2022).

"Hakim berkeyakinan bahwa anak tersebut (pelaku) telah terbukti. Tapi memang pemidanaanya adalah percobaan," katanya.

Ditegaskan, putusan percobaan juga merupakan pidana, akan tetapi dengan tenggang waktu enam bulan.

"Apabila dalam waktu tersebut pelaku berkelakuan baik ia tidak menjalankan," katanya.

"Namun apabila ada perilaku dan tindak pidana yang lain bisa langsung masuk ke tahanan, namanya tahanan anak LPKA," jelas Ferdinaldo.

Dikatakan, terkait perkara ini sudah ada upaya hukum banding oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan putusan di pengadilan tinggi juga sama dengan putusan sebelumnya.

"Jaksa juga ada upaya kasasi, mungkin dalam prosesnya di Mahkamah Agung apakah nanti hukumanya lebih ringan atau lebih berat," bebernya.

Secara umum, lanjut dia, pertimbangan yang meringankan terdakwa ialah pelaku adalah anak-anak yang juga masih pelajar.

"Terdakwa masih sekolah dan masih butuh perhatian orang tua, yang pasti itulah putusan dari majelis hakim saya juga tidak bisa mengomentari," kata Ferdi.

Ditegaskanya bahwa PN Baturaja mengecam keras adanya tindak pidana penganiayaan.

"Kami kecam atas tindakan tersebut," tutupnya. (edo/ts)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved