Berita Banyuasin

Pemkab Banyuasin akan Lakukan Pembebasan Lahan di Tiga Lokasi Ini untuk Pembangunan Tol Kapal Betung

Bupati Banyuasin H Askolani Jasi yang mendapat delegasi dari Pemerintah Pusat dan Gubernur Sumsel untuk ikut membantu percepatan dalam pembebasan laha

Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Ilustrasi: Proyek pekerjaan Jalan Tol Kayuagung Palembang Betung (Kapal Betung) yang masih dalam pengerjaan pengerasan dengan tanah merah di sisi kiri STA 00 + 300 dan pengerasan dengan batu pecah di sisi kanan. Tampak mobil tanki melakukan penyiraman agar timbunan jalan menjadi padat. Gambar diambil beberapa waktu lalu. Pemkab Banyuasin akan Membebaskan Lahan di Tiga Lokasi Ini untuk Pembangunan Tol Kapal Betung 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Pemkab Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Perkimtan Banyuasin melakukan sosialisasi terkait pembebasan lahan yang nantinya akan dipergunakan untuk digunakan Tol Kapal Betung.

Bupati Banyuasin H Askolani Jasi yang mendapat delegasi dari Pemerintah Pusat dan Gubernur Sumsel untuk ikut membantu percepatan dalam pembebasan lahan yang dilalui Tol Kapal Betung.

Kadis Perkimtan Banyuasin Ir H M Riyan Aditya Saputra ST MT didampingi Kabid Pertanahan Herman menuturkan, pihaknya saat ini masih melakukan sosialisasi terkait pembebasan lahan yang nantinya akan lalui Tol Kapal Betung.

"Ada tiga lokasi yang akan dilakukan pembebasan lahan. Lokasi pertama di PTPN 7 Sembawa. Lokasi kedua, ada di Kecamatan Suak Tapeh yang meliputi Desa Biuku, Lubuk Lancang dan Durian Daun. Lokasi ketiga itu di Kecamatan Betung ada di Lubuk Karet, Rimba Asam dan Kelurahan Betung," katanya Selasa (16/11/2022).

Untuk sosialisasi, lanjutnya sudah dilakukan di kantor Kecamatan Suak Tapeh dan Kecamatan Suak Tapeh.

Sosialisasi ini dilakukan terhadap masyarakat yang tanahnya akan dilalui tol Kapalbetung.

Karena, dari perintah pemerintah pusat dan pemprov Sumsel, Pemkab Banyuasin diminta untuk ikut melakukan percepatan pembangunan proyek tol Kapalbetung.

Segala sesuatu mengenai perencanaan, mulai dari sosialisasi hingga permasalahan yang dihadapi di lapangan, menjadi tanggungjawab dari Pemkab Banyuasin.

"Dalam percepatan pembangunan proyek tol Kapalbetung ini, Pemkab Banyuasin untuk tahap perencanaan. Karena, ada empat tahapan dalam percepatan pembangunan proyek tol Kapalbetung ini baik itu perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan penyerahan. Pemkab Banyuasin, dideligasikan untuk perencanaan," ungkapnya.

Tugas dari perencanaan yang diperoleh untuk percepatan melakukan sosialisasi terhadap masyarakat yang tanahnya dilalui proyek tol Kapalbetung, pendataan dan konsultasi.

Nantinya hasil dari perencanaan ini akan kembali diserahkan kepada pihak terkait termasuk Pemprov Sumsel.

Karena, nantinya setelah perencanaan proses selanjutnya yakni persiapan, pelaksanaan dan penyerahan itu kembali lagi kepada pihak yang melakukan pembangunan.

"Karena ini hanya pendelegasian perencanaan, jadi sebatas itu saja. Kami dari Perkimtan hanya untuk melaksanakan sosialisasi, pendataan dan konsultasi. Tetapi, anggaran pengerjaan dan pembebasan lahan tetap dari pusat. Sama sekali tidak membebani APBD Banyuasin," ujarnya.

Karena berdasarkan perintah pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan proyek tol Kapalbetung dan bisa dioperasional di September 2023 paling lambat, Pemkab Banyuasin untuk ikut turun tangan dalam proses perencanaan yang telah ada. (M Ardiansyah)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved