Berita OKU Timur

Minta Keadilan, Orang Tua Siswa Korban Pengeroyokan di Buay Madang OKU Timur Mengadu ke DPRD Sumsel

Yati, orang tua korban menjelaskan bahwa anaknya menjadi korban pengeroyokan oleh sesama siswa usai pulang sekolah pada Maret 2022 yang lalu.

Editor: Ahmad Farozi
dok keluarga
BSP (17) siswa SMA 4 Buay Madang OKU Timur yang diduga jadi korban pengeroyokan pada Maret 2022 lalu, saat masih mendapatkan perawatan di rumah sakit. 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Yati, mendatangi DPRD Sumsel, Selasa (15/11/2022) untuk meminta keadilan terhadap anaknya.

Anaknya, BSP (17) siswa SMA 4 Buay Madang OKU Timur yang diduga jadi korban pengeroyokan sesama siswa usai pulang sekolah pada Maret 2022 lalu.

Dia mengadu ke dewan, terkait keputusan hakim dalam sidang perkara anaknya yang menuntut tersangka dengan hukuman percobaan yang dianggapnya terlalu ringan.

Sebelumnya pelaku penganiayaan telah dilaporkan ke pihak berwajib dan divonis hakim dengan hukuman percobaan.

Yati, orang tua korban menjelaskan bahwa anaknya menjadi korban pengeroyokan oleh sesama siswa usai pulang sekolah pada Maret 2022 yang lalu.

Penganiayaan itu persis terjadi di belakang sekolah.

"Anak saya dikeroyok digebuk, diinjek pakai sepatu, hidungnya mimisan dan keluar darah dari mulut. Tapi pihak polisi tidak masukan ke pengeroyokan," kata Yati, Rabu (16/11/2022).

Diceritakan, saat itu pihak kepolisian beralasan bahwa kurangnya bukti dan saksi untuk menjerat tersangka dalam kasus pengeroyokan.

Sehingga hanya dimasukan dalam tindak penganiayaan dengan satu orang tersangka.

"Kejadianya memang cepat berlangsung dan saat itu para pelaku masih pakai masker, jadi saksi tidak mengingat siapa saja yang menganiaya. Yang jelas yang pelaku teman tersangka semua," bebernya.

Karena itulah Yati akhirnya nekat mendatangi Komisi V DPRD Sumsel, menuntut keadilan terhadap anaknya.

"Apakah hukum keadilan masih ada bagi kami orang-orang kecil," ujarnya.

Terkait hal ini, Wakil Ketua sekaligus Humas Pengadilan Negeri Baturaja Ferdinaldo menyebutkan, ia segera mengkonfirmasi dengan hakim yang menangani perkara tersebut.

"Maaf saya belum tahu perkara tersebut siapa hakim anaknya, karena Saya masih di Palembang, belum bisa kasih tanggapan dulu karena harus konfirmasi dulu ke hakim anak tersebut," ujarnya saat dikonfirmasi via whatsApp. (edo/ts)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved