Berita Lubuklinggau

514 Ternak Sapi di Lubuklinggau Sudah Divaksin PMK Dosis Kedua, Dinas Pertanian Pasang Eartag

"Total vaksin yang sudah kita suntikkan sekitar 840 vial. Yang sudah kita vaksin dipasang eartag," ungkapnya pada wartawan, Rabu (16/11/2022).

Editor: Ahmad Farozi
eko hepronis/ts
Kepala Dinas Pertanian Kota Lubuklinggau, Eka Ardi Aguscik saat menunjukkan sapi sudah dipasang eartag sebagai tanda sudah vaksin dosin ke dua, Rabu (16/11/2022). 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Dinas Pertanian Kota Lubuklinggau memasang tanda pengenal (eartag) terhadap hewan ternak sapi.

Eartag untuk menandakan hewan ternak tersebut sudah divaksin dua kali dan bebas penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Dinas Pertanian Kota Lubuklinggau, Eka Ardi Aguscik didampingi Kasi Kesehatan Hewan, Ardianto mengungkapkan, sudah 514 ekor sapi divaksin PMK dosis kedua dipasang eartag.

"Total vaksin yang sudah kita suntikkan sekitar 840 vial. Yang sudah kita vaksin dipasang eartag," ungkapnya pada wartawan, Rabu (16/11/2022).

Eka menyebutkan, sapi yang belum divaksin sekitar 150 ekor lagi dan proses vaksinasi terus berjalan.

Ditargetkan akhir tahun ini semua sapi di Kota Lubuklinggau sudah rampung divaksin PMK.

Menurutnya, pemasangan eartag ini sangat penting.

Sebab, di Pulau Jawa, semua lalu lintas hewan ini sudah menerapkan aturan terpasang eartag.

Jika tidak ada eartag maka hewan tersebut tidak boleh dijual belikan.

"Kemungkinan awal tahun akan berlaku di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.

"Makanya dari sekarang seluruh peternak sudah kami imbau, segera vaksin kan hewan ternak mereka agar dipasang eartag," katanya.

Karena, eartag yang terpasang ada barcode. Bila discan, semua informasi tentang asal sapi bisa diakses secara lengkap, mulai dari nama, NIK, nomor Hp dan sebagainya.

"Tapi yang terpenting eartag ini sebagai tanda, hewan itu sudah divaksin PMK dua kali. Artinya sudah dipastikan, hewan bebas PMK," ujarnya.

Selain itu, semua hewan ternak yang sudah divaksin diambil sampel darah.

Tujuannya, untuk menguji kekebalan dari vaksin PMK yang sudah disuntikan kedalam tubuh hewan tersebut.

"Untuk pengambilan sampel darah ini sudah kita lakukan dan kita kirim ke Lampung untuk diuji. Nanti kelihatan, kekebalan vaksinnya,” katanya.

Ditambahkan, vaksin PMK ini sama seperti vaksin Covid-19.

Setelah divaksin dosis pertama, jarak satu bulan bisa divaksin dosis kedua. Lalu enam bulan kemudian bisa divaksin dosis ketiga.

"Jadi hampir sama saja dengan vaksin Covid-19 ada jeda dan jarak," pungkasnya. (eko hepronis/ts)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved