Puing Lambung Pesawat Ulang Alik Challenger Ditemukan, 36 Tahun Terkubur di Dasar Laut Atlantik

Puing-puing dari kecelakan fatal misi luar angkasa itu ditemukan di dasar laut lepas pantai Atlantik Florida.

Editor: Wiedarto
(The HISTORY channel via LIVE SCIENCE)
Penyelam menemukan puing-puing pesawat ulang-alik Challenger yang meledak pada 1986. Peristiwa meledaknya pesawat Challenger pada 36 tahun lalu, tercatat sebagai tragedi yang paling diingat dalam sejarah penerbangan luar angkasa. 

SRIPOKU.COM FLORIDA--Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah mengkonfirmasi menemukan puing-puing pesawat ulang-alik Challenger yang jatuh dan meledak 28 Januari 1986 serta menewaskan ketujuh astronotnya. Puing-puing dari kecelakan fatal misi luar angkasa itu ditemukan di dasar laut lepas pantai Atlantik Florida. Penyelam menemukan bagian lambung Challenger sepanjang 6 meter saat sedang mencari pesawat era Perang Dunia II yang jatuh.


Namun penyelam yang merupakan bagian dari program pengambilan gambar untuk serial dokumenter History Channel, "The Bermuda Triangle: Into Cursed Waters" ini justru menemukan sepetak dasar laut yang berisi puing-puing yang tampak modern. Sebagian tertutup pasir.

Mengingat lokasinya yang dekat dengan Pusat Penerbangan Luar Angkasa Kennedy NASA di Florida, pembuat film menduga itu berhubungan dengan badan antariksa dan segera menghubungi NASA terkait penemuan itu. Dikutip dari Live Science, Senin (14/11/2022), NASA kemudian memeriksa rekaman tim dan memastikan bahwa puing-puing itu berasal dari pesawat ulang alik Challenger.


NASA kemudian memberi tahu keluarga tujuh astronot sebelum mengumumkan penemuan tersebut pada 10 November.

"Tragedi (pesawat Challenger meledak) ini akan selamanya terpatri dalam memori kolektif kita. Penemuan (puing-puing pesawat ulang-alik Challenger) ini juga memberikan kesempatan untuk mengambil warisan tujuh astronot yang hilang dan merenungkan bagaimana tragedi mengubah kita," kata Bill Nelson, administrator NASA.

Lambung pesawat ulang-alik Challenger itu akan tetap berada di dasar laut sementara NASA menentukan langkah selanjutnya. Namun secara hukum semua puing tersebut milik pemerintah federal. Pada saat peluncuran ke-10, yang dijuluki STS-51L, Challenger adalah salah satu dari empat pesawat ulang alik yang dioperasikan oleh NASA.


Misi selama enam hari itu rencananya akan melihat astronot melakukan penelitian ilmiah dan melepaskan satelit dari pesawat ulang alik. Namun, rencana itu rupanya tak berjalan. NASA kemudian mengetahui bahwa suhu beku pada malam sebelum peluncuran membahayakan segel pada pendorong roket padat, menyebabkan disintegrasi eksplosif atau ledakan pengorbit 73 detik setelah penerbangan.

Tragedi Challenger ini menjadi musibah pertama yang merenggut nyawa dalam penerbangan program luar angkasa berawak NASA. Sebelumnya NASA telah menemukan hampir setengah dari puing-puing pesawat ulang-alik Challenger yang sebagian besar terkubur di dekat Kennedy Space Center.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved