Berita Ogan Ilir

7 Jam Diperiksa Kejari Ogan Ilir Saksi Kasus Dana Hibah, Seorang Komisioner Bawaslu OI Stres

Tujuh jam diperiksa oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Ilir, salah seorang Komisioner Bawaslu Ogan Ilir mengalami stres akibat kecapean.

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Agung
Tujuh jam diperiksa oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Ilir, salah seorang Komisioner Bawaslu Ogan Ilir mengalami stres akibat kecapean, Senin (14/11/2022) 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Tujuh jam diperiksa oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Ilir, salah seorang Komisioner Bawaslu Ogan Ilir mengalami stres akibat kecapean.

Sebagai informasi, Kejari Ogan Ilir memeriksa tiga Komisioner Bawaslu Ogan Ilir sebagai saksi kasus dana hibah.

Ketiganya diperiksa pada Senin (14/11/2022) di Kejari Ogan Ilir dari pukul 10.00-17.00 WIB.


Kepala Kejari (Kajari) Ogan Ilir Nur Surya, melalui Kasi Intelijen Ario Gopar mengatakan, ketiga orang tersebut diperiksa sebagai saksi kasus korupsi dana hibah.

"Iya, pemeriksaan kasus dana hibah tahun anggaran 2020," kata Ario kepada TribunSumsel.com, Selasa (15/11/2022).

Dijelaskan Ario, pemeriksaan ini sebagai tindak lanjut dari penetapan tiga tersangka korupsi terhadap dua mantan Koordinator Sekretariat dan seorang bendahara Bawaslu Ogan Ilir.

"Sementara pemeriksaan tiga orang saksi dilakukan untuk kelengkapan berkas perkara terhadap tiga orang tersangka," jelas Ario.

Pemeriksaan yang dilakukan selama tujuh jam mulai pukul 10.00 hingga pukul 17.00 itu membuat salah seorang komisioner Bawaslu Ogan Ilir stres.

"Ada satu yang stres, kecapean," ungkap Ario.

Pada perkara ini, Kejari Ogan Ilir menetapkan tiga tersangka korupsi dana hibah.

Ketiga tersangka tersebut yakni AS dan HF yang pernah menjabat Koordinator Sekretariat Bawaslu Ogan Ilir serta RM yang merupakan tenaga honorer di Bawaslu Ogan Ilir.

Saat terbit Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang dicairkan di rekening kas daerah yang diterima Bawaslu Ogan Ilir, nilainya sebesar Rp 19,3 miliar.

Dari nilai tersebut, realisasi pengeluaran sesuai bukti otentik baik berbentuk invoice, nota, kwitansi dan alat bukti surat lainnya, serta berdasarkan konfirmasi dan keterangan dari saksi-saksi, alokasi dana hibah hanya sebesar Rp 11,9 miliar.

Berdasarkan keterangan ahli dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Sumatera Selatan, terdapat pembuatan pertanggungjawaban anggaran fiktif.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved