Berita Prabumulih

Lelang 5 Aset Sitaan Gagal, Keluarga Terpidana Korupsi Kembalikan Uang Pengganti Rp497 Juta

Disebutkan, uang itu selanjutnya akan disetor ke kas negara sebagai pemulihan kerugian negara oleh kasus korupsi tersebut.

Editor: Ahmad Farozi
edison/ts
Kajari Prabumulih, Roy Riyadi didampingi Kasi Intel Anjasra Karya menunjukkan uang Rp497 juta pengembalian dari keluarga terpidana Ibrahim Hamid, Senin (14/11/2022). 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Keluarga terpidana Ibrahim Hamid mengembalikan uang pengganti senilai Rp497.239.258, setara dengan lima aset tanah yang disita.

Karena itu, rencana Kejaksaan Negeri (Kejari) kota Prabumulih untuk melakukan lelang lima aset sitaan milik terpidana Ibrahim Hamid tersebut, dipastikan gagal.

"Kejaksaan Negeri Prabumulih telah membayar uang pengganti dari keluarga terpidana Ibrahim Hamid," ungkap Kajari Prabumulih, Roy Riyadi didampingi Kasi Intel Anjasra Karya, dalam rilis, Senin (14/11/2022).

"Terkait tindak pidana korupsi pemberian fasilitas kredit modal (KMK) Konstruksi oleh BRI cabang Prabumulih ke PT Khazanah Darussalam Indah (KDI)," ujarnya.

Dikatakan, penerimaan uang pengganti tersebut merupakan kerja cerdas yang dilakukan bidang Pidana Khusus dan Intel Kejari Prabumulih.

Dimana sebelumnya melakukan sita eksekusi lima aset tanah.

"Akan tetapi dalam prosesnya, ketika kami akan melakukan lelang, keluarga terpidana Ibrahim Hamid mendatangi kejaksaan negeri Prabumulih menyerahkan uang pengganti," jelasnya.

Disebutkan, uang itu selanjutnya akan disetor ke kas negara sebagai pemulihan kerugian negara oleh kasus korupsi tersebut.

"Setelah ada pembayaran uang pengganti ini maka lima aset sertifikat tanah yang disita ekseskusi akan dikembalikan melalui BRI," katanya.

"Karena masih jadi jaminan anggunan di BRI," ujarnya seraya mengatakan dengan dikembalikannya uang pengganti maka subsider tidak perlu dijalani terpidana.

Ditanya berapa total keseluruhan yang telah dikembalikan, Roy mengatakan yang dikembalikan sebesar Rp 1,2 miliar.

"Jadi Rp700 juta lebih kita kembalikan dan itu sebagai penyelamatan kerugian negara yang disetor melalui BRI," katanya.

"Sedangkan Rp400 juta lebih ini adalah pengembalian uang pengganti dari perkara yang telah inkrah dari mahkamah agung atas nama terpidana Ibrahim Hamid," tambahnya. (edison/ts)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved