Berita Muratara

Aktivitas Penambangan Emas Liar Diduga Sebabkan Air Sungai Keruh, Warga Muratara Mengeluh di Medsos

"Sungai Rupit dan sungai Rawas makin keruh lagi, kemana pemerintah, kemana DPRD, kemana polisi," ungkap pengguna medsos, terpantau Senin (14/11/2022).

Editor: Ahmad Farozi
rahmat aizullah/ts
Aliran sungai Rupit yang mengalir ke sungai Rawas di Kabupaten Muratara terpantau makin keruh pekat, Senin (14/11/2022). 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Air dari sungai Tiku yang mengalir ke sungai Rupit hingga sungai Rawas di Kabupaten Muratara kini terpantau semakin keruh pekat.

Hal itu diduga diakibatkan aktivitas penambangan emas liar dikawasan aliran sungai Tiku, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara yang disebut-sebut masih marak.

Padahal air tersebut digunakan oleh masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk keperluan sehari-hari, seperti mandi, mencuci pakaian, dan lain-lain.

Warga pun menyampaikan keluhan mengenai sungai keruh tersebut melalui postingan di medsos.

"Sungai Rupit dan sungai Rawas makin keruh lagi, kemana pemerintah, kemana DPRD, kemana polisi," ungkap pengguna medsos, terpantau Senin (14/11/2022).

"Kami rakyat sudah bingung menyampaikan keluhan kepada siapa lagi," ujarnya.

Dia berharap pemerintah, DPRD dan kepolisian mengambil tindakan terhadap aktivitas penambangan emas liar tersebut.

Warga Muratara, Edi menuturkan, perlunya peranan eksekutif, legislatif, maupun aparat kepolisian untuk turun bersama ke lapangan.

Selama ini, kata Edi, setiap kali aparat kepolisian melakukan penggerebekan dilokasi tambang liar, kondisi aliran sungai bisa berubah menjadi agak jernih.

Namun biasanya air jernih hanya beberapa hari saja. Setelah itu keruh lagi diduga karena para penambang kembali beroperasi.

"Kalau sudah dirazia biasanya agak jernih, sudah itu keruh lagi," katanya.

"Orang-orang di atas itu masih mencari solusi terus, nyari solusi tidak selesai-selesai, sampai kapan kami minum air keruh ini," kesalnya.

Warga lainnya, Ruslan, berpendapat sebaiknya pemerintah daerah, DPRD, kepolisian dan para penambang emas liar duduk bersama mencari solusi terbaik.

Menurut dia, maraknya aktivitas tambang emas liar tersebut tak terlepas dari faktor kebutuhan ekonomi.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved