Berita Pali

Dijanjikan Getah Karet 20 Ton, Uang Rp40 Juta Lenyap, Warga PALI ini Lapor Polisi

Lalu tersangka meminta uang muka (DP) awal sebesar Rp40 juta kepada korban dan berjanji akan memberikan getah karet sebanyak 20 ton.

Penulis: Reigan Riangga | Editor: Ahmad Farozi
dok
Tersangka Nuhasan saat diamankan Unit Pidum Polres PALI atas kasus penggelapan dan penipuan. 

SRIPOKU.COM, PALI - Nuhasan (48 tahun) warga Desa Prambatan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) diringkus unit Pidum Satreskrim Polres PALI.

Tersangka diamankan dikediamannya tanpa perlawanan pada, Selasa (8/11/2022), atas kasus tindak pidana penggelapan dan penipuan.

Berawal ketika tersangka menghubungi korban, Masoli warga Desa Gunung Raja Kecamatan Penukal Kabupaten PALI pada Jumat (1/5/2022) sekitar pukul 15.00.

Tersangka menghubungi korban melalui telpon dengan meyakinkan bahwa dirinya mempunyai tempat pengumpulan karet (TPK) di Desa Prambatan.

Saat itu tersangka menjanjikan sanggup memberikan kepada korban getah karet sebanyak 20 ton.

Setelah melakukan percakapan via sambungan selular, selang berapa jam tersangka menemui korban dirumahnya dan terjadilah kesepakatan antara korban dengan tersangka.

Lalu tersangka meminta uang muka (DP) awal sebesar Rp40 juta kepada korban dan berjanji akan memberikan getah karet sebanyak 20 ton pada tanggal 14 Mei 2020 atau selang waktu dua minggu.

"Korban pun langsung memberikan uang tunai kepada terlapor," ungkap Kapolres PALI AKBP Efrannedy melalui Kasat Reskrim AKP Marwan disampaikan Kanit Pidum Aipda Hairil Rozi, Jumat (11/11/2022)

"Dilengkapi dengan tanda terima berupa satu lembar kwitansi pembayaran yang ditandatangani oleh terlapor diatas materai 6.000 pada tanggal 1 Mei 2020." ungkapnya.

Setelah kesepakatan dilakukan, ternyata getah karet sebanyak 20 ton yang dijanjikan tak pernah ada.

Tersangka kemudian berkilah dan berjanji akan mengembalikan uang DP awal yang sebelumnya diberikan oleh korban.

Karena getah karet yang dijanjikan tak ada dan tersangka ternyata juga tak punya TPK di Desa Prambatan, korban merasa telah ditipu dan uangnya telah digelapkan oleh tersangka.

Atas kejadian itu, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Penukal Abab untuk ditindak lanjuti.

Setelah menerima Laporan, anggota melakukan penyelidikan dan ditemukan dua alat bukti serta mengidentifikasi pelaku sedang berada dirumahnya di Desa Perambatan.

Kemudian Kanit Pidum Satreskrim Polres PALI bersama Anggota Opsnal langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku.

"Pelaku berhasil diamankan, selanjutnya dibawa ke Mapolres PALI untuk proses Lebih Lanjut." jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved