Berita Muaraenim

Stok Vaksin Booster Kosong, Dinkes Muara Enim Targetkan Vaksin 2.391 Nakes 2.262 Masyarakat Umum

Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim sudah mengajukan permintaan vaksin sebanyak 1.950 vial jenis Pfizer untuk masyarakat umum dan Nakes.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Ahmad Farozi
ardani/sripoku.com
Kadinkes Muara Enim, dr Eni Zatila 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim targetkan 2391 Tenaga Kesehatan (Nakes) dan 2262 masyarakat umum di vaksin booster 1 dan 2.

Kadinkes Muara Enim dr Eni Zatila mengatakan, pihaknya sudah mengajukan permintaan vaksin sebanyak 1.950 vial jenis Pfizer untuk masyarakat umum dan Nakes.

Saat ini, pihaknya masih ada kebutuhan vaksinasi booster kedua bagi Nakes dan masyarakat umum. Karena vaksinasi booster masih belum mencapai target.

Menurutnya, capaian booster saat ini sekitar 20 persen, sedangkan targetnya minimal 70 persen.

"Saya melihat masyarakat seperti enggan untuk di vaksin booster, mereka mengira Covid sudah mereda. Padahal Covid masih ada dan bisa saja sewaktu-waktu meledak," ujarnya, Rabu (2/11/2022).

Saat ini, lanjut Eni, angka kasus positif Covid-19 mulai kembali mengalami peningkatan.

Untuk itu kepada masyarakat untuk dengan kesadaran sendiri melakukan vaksin booster.

Berdasarkan informasi, di provinsi Sumsel saat ini ada 65 kasus positif dan kabupaten Muara Enim berdasarkan laporan terakhir terdapat tiga kasus positif Covid-19.

Karena itu, pihaknya bersama jajaran Puskesmas sampai ke desa-desa terus mengajak masyarakat untuk melakukan vaksin booster yang pertama.

"Untuk fasilitas kesehatan semua melayani vaksin booster ini, sampai ke tingkat desa," katanya.

"Jadi dari rumah sakit, klinik swasta, Puskesmas sampai ke bidan desa itu melayani vaksin booster" ujarnya.

Dikatakan Eni, saat ini penambahan vaksin booster sedang dalam pengajuan.

Perkiraannya dalam satu atau dua minggu ini vaksin tersebut sudah ada di Muara Enim.

Stok vaksin ini sudah kosong sekitar tiga minggu. Dan kekosongan ini mempengaruhi pencapaian target karena pihaknya tidak bisa melakukan booster.

Selain itu, rata-rata vaksin ini masa pakainya pendek jadi tidak bisa menyimpan stok terlalu banyak.

"Untuk Booster kedua dikhususkan untuk Nakes, sementara untuk masyarakat umum masih tahapan Booster pertama atau vaksin ketiga," katanya.

"Mudah-mudahan masyarakat kembali antusias karena kita belum lolos dari pandemi dan belum beralih ke endemi," harapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved