ART Putri Candrawathi Kasih Keterangan Berbeda, Majelis Hakim 'Saudara main-main'

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta, Senin (31/10/2022) ini, Susi, sang ART, hadir sebagai saksi.

KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO/IRFAN KAMIL
Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Putri Candrawathi menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2022). (kiri) Asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo bernama Susi dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. (kanan). 

SRIPOKU.COM -- Salah satu hal yang sempat menyita perhatian dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J (Nofriansyah Yoshua Hutabarat) adalah adanya pertanyaan dari majelis hakim terkait keberadaan dari ajudan perempuan istri Ferdy Sambo, yaitu Putri Candrawathi.

Keberadaan ajudan perempuan ini langsung menjadi perhatian ketika majelis hakim mendengarkan kesaksian salah satu asisten rumah tangga (ART) dari Ferdy Sambo.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta, Senin (31/10/2022) ini, Susi, sang ART, hadir sebagai saksi.

"Kembali ke Magelang, (PC) sudah diangkat Yoshua apa belum?" tanya hakim kepada Susi, dikutip dari tayangan Kompas TV.

"(Yoshua) Sempat mau ngangkat, tapi sama Om Kuat, 'Gak ada yang ngangkat-angkat ibu, ini ibu loh'. Baru Om Yoshua pergi untuk nyari Om Richard," jawab Susi.

"Kenapa jadi Si Kuat yang melarang? Kuat ini kok pengaruhnya besar sekali?" tanya hakim.

Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Putri Candrawathi menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2022). Majelis hakim tolak eksepsi Putri Candrawathi dalam putusan sela.
Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Putri Candrawathi menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2022). Majelis hakim tolak eksepsi Putri Candrawathi dalam putusan sela. (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

===

"Saya tidak tahu," jawab Susi.

"Setahu Pak Hakim, ajudan istri jenderal itu harus perempuan juga, di militer begitu. Entah di kepolisian, ajudan istri jenderal dari laki-laki. Ada ajudan PC yang perempuan?" tanya hakim.

"Tidak ada yang mulia, laki-laki semua," jawab Susi.

Hakim juga menyoroti keterangan Susi di persidangan yang berbeda dengan keterangan di BAP.

Pasalnya, keterangan Susi di BAP menyebutkan bahwa Yoshua sempat mengangkat PC.

"Yoshua sudah sempat mengangkat (PC) seperti yang kamu terangkan dalam BAP?" tanya hakim.

"Belum, sempat mau ngangkat tapi sama Om Kuat dipenging (dilarang). Om (Yoshua) jangan angkat-angkat ibu," jawabnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved