RSMH Palembang Ditunjuk Kemenkes Jadi Salah Satu dari 14 RS Rujukan bagi Penderita Gagal Ginjal Akut

Penunjukkan RSMH Palembang sebagai salah satu RS rujukan penderita gagal ginjal akut oleh Kemenkes sebagai langkah penanganan gagal ginjal akut anak

Editor: Sudarwan
humas rsmh palembang 2017
Gedung Rumah Sakit Muhammad Hoesin Palembang. RSMH Palembang Ditunjuk Kemenkes Jadi Salah Satu RS Rujukan untuk Penderita Gagal Ginjal Akut pada Anak 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang atau RSMH Palembang ditunjuk menjadi salah satu rumah sakit rujukan untuk penderita gagal ginjal akut.

Penunjukkan RSMH Palembang sebagai salah satu RS rujukan penderita gagal ginjal akut oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai langkah penanganan gangguan ginjal akut pada anak.

Ada 14 rumah sakit rujukan yang ditunjuk kemenkes untuk menangani gangguan ginjal akut.

Baca juga: Gagal Ginjal Akut Misterius Masuk Sumsel, 2 Anak Meninggal di RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang

Langkah penunjukkan 14 Rumah Sakit rujukan ini diambil bersamaan dengan kebijakan Kemenkes melarang penjualan obat sirup bagi apotek dan pemberian resep obat jenis yang sama).

Kemenkes menginstruksikan agar fasilitas pelayanan kesehatan atau rumah sakit yang belum memiliki paling sedikit fasilitas ruangan intensif berupa High Care Unit (HCU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) agar bisa memberikan rujukan segera.

Begitu juga apabila ada rumah sakit yang belum memiliki dokter spesialis ginjal anak dan fasilitas hemodialisis agar memberikan rujukan kepada rumah sakit yang sudah ada dokter yang dimaksud tersebut.

Berikut isi Surat Edaran Kemenkes bernomor SR.01.05/III/3461/2022:

"Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang melakukan penatalaksanaan awal Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal/Atypical Progressive Acute Kidney Injury pada anak merupakan rumah sakit yang memiliki paling sedikit fasilitas ruangan intensif berupa High Care Unit (HCU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU).

Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang tidak memiliki fasilitas dimaksud dan/atau sarana prasarana lain sesuai dengan kebutuhan medis pasien harus melakukan rujukan ke rumah sakit yang memiliki dokter spesialis ginjal anak dan fasilitas hemodialisis anak.

Penatalaksanaan pasien oleh rumah sakit mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/I/3305/2022 tentang Tata Laksana dan Manajemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak di Fasilitas Pelayanan Kesehatan."

Baca juga: KENALI Gejala Serangan Gagal Ginjal Akut pada Anak-anak, Mulai dari Batuk hingga Muntah

Surat itu ditandatangani oleh Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Murti Utami Selasa(18/10/2022) seperti dikutip Tribun, Rabu(19/10/2022).

Kemenkes juga meminta anak dengan kasus suspek gangguan ginjal akut progresif atipikal/atypical progressive acute kidney injury agar segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan.

Untuk selanjutnya fasilitas pelayanan kesehatan melakukan pemeriksaan laboratorium ureum, kreatinin dan pemeriksaan penunjang lain, serta melakukan observasi.

Selanjutnya bila tidak dapat ditangani dalam 1x24 jam, fasilitas pelayanan Kesehatan harus melakukan rujukan ke Rumah Sakit Rujukan Dialisis anak.

Baca juga: KONSUMSI Sirup Obat Batuk Picu Serangan Gagal Ginjal Akut Anak-anak, Mengandung Etilen Glikol

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved