Berita Musirawas

10 Peserta Panwascam Dinyatakan Gugur Sebelum Pengumuman, Ini Alasannya

Sebanyak 10 peserta dari 302 peserta anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Kabupaten Musi Rawas (Mura)

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM /Eko Mustiawan
Sebanyak 10 peserta dari 302 peserta anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Kabupaten Musi Rawas (Mura) Provinsi Sumsel, sudah dinyatakan gugur sebelum pengumuman. 

SRIPOKU.COM, MUSI RAWAS - Sebanyak 10 peserta dari 302 peserta anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Kabupaten Musi Rawas (Mura) Provinsi Sumsel, sudah dinyatakan gugur sebelum pengumuman.

Hal itu dikarenakan, 10 peserta tersebut tidak hadir dalam tes tertulis yang dilaksanakan pada Sabtu (16/10/2022) di SMK Negeri Tugumulyo Kabupaten Mura, sehingga dianggap gugur.

Hal itupun dibenarkan oleh Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mura, Oktureni Sandhra Kirana saat dikonfirmasi Sripoku.com, Minggu (16/10/2022).

Dia menyebutkan bahwa 10 peserta yang tidak hadir tersebut, harusnya tergabung pada sesi 3 sebanyak 3 orang dan sesi 4 sebanyak 7 orang, dengan rincian 7 perempuan dan 3 laki-laki.

Adapun 10 peserta yang dianggap gugur sebelum pengumuman yakni:
1. M Afri Sultoni dari Kecamatan Sukakarya
2. Listina Dewi dari Kecamatan Muara Lakitan
3. Setiyanto dari Kecamatan Megang Sakti
4. Wiwin Afitriyati dari Kecamatan Tugumulyo
5. Rina Ekawati dari Kecamatan Sumber Harta
6. Novita Sari dari Kecamatan Sumber Harta
7. Leni Mardiah dari Kecamatan Selangit
8. Kartika Sari dari Kecamatan Selangit
9. Iffa Marorta dari Kecamatan Selangit
10. Tanzital Azizir Rohim dari Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK).

Bahkan lanjut Oktureni, ke-10 peserta tersebut, sebelumnya pun sudah dikonfirmasi sebelum pelaksanaan.

Hasilnya, ada beberapa yang tidak bisa dihubungi, dan ada juga yang beralasan karena masih di luar kota hingga sedang ada pekerjaan.

"Kami konfirmasi dulu mereka sebelum tes, ternyata ada yang masih di luar kota dan ada juga yang tidak bisa dihubungi," kata Oktureni.

Dengan begitu lanjut Oktureni, maka 10 peserta tersebut dianggap gugur dan tidak bisa mengikuti tes selanjutnya. Meskipun pengumuman tes tertulis akan dilakukan pada 17 Oktober mendatang.

"Untuk tes tertulis ini tidak ada kendala, dan semua peserta hadir tepat waktu. Bahkan tidak ada yang terlambat, karena mereka pun datang sebelum jadwal jam ujiannya," ungkapnya.

Nantinya sambung Oktureni, dari hasil tes tertulis tersebut akan diambil 6 peserta dengan nilai tertinggi di masing-masing Kecamatan, yang kemudian akan mengikuti tes wawancara yang akan dilaksanakan pada 18 Oktober mendatang.

"Nanti kami ambil 6 besar di setiap kecamatannya, baru selanjutnya ikut tes wawancara," ucapnya.

Lebih lanjut Oktureni menjelaskan, bahwa untuk tes tertulis ini dengan menggunakan sistem CAT yang langsung terkoneksi ke Bawaslu RI. Bahkan, sebenarnya di akhir soal, para peserta sudah mengetahui nilai yang mereka dapatnya.

"Untuk Kabupaten Mura sudah dua tahun ini tes tertulis dilakukan dengan sistem CAT. Jadi tidak ada yang direkayasa, karena semuanya terkoneksi langsung ke Bawaslu RI," pungkasnya.

Sementara itu, Ari salah seorang peserta yang ikut tes tertulis Panwascam asal Kecamatan Megang Sakti mengaku, tidak ada kendala dalam tes tersebut.

"Alhamdulillah lancar, tidak ada kendala sama sekali. Soalnya ada 100 pilihan ganda. Kalau dibilang sulit ya lumayan sulit, karena ini baru pertama ikut tes Panwascam," tutupnya. (Eko Mustiawan/CR41)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved