Heboh Kualitas Pertalite Lebih Boros Usai Naik Harga, Ini Hasil Pemeriksaan yang Dilakukan Lemigas

Lembaga Penelitian dan Pengembangan Industri Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) melakukan pengujian untuk menanggapi keluhan tersebut.

ISTIMEWA/NET
Ilustrasi. Bahan bakar Pertalite ramai menjadi perbincangan usai disebut-sebut lebih boros sebelum mengalami kenaikan harga yang menyentuh angka 10 ribuan. 

SRIPOKU.COM -- Usai mengalami kenaikan harga menjadi Rp. 10.000, banyak pihak mengeluhkan menurunnya kualitas dari bahan bakar jenis Pertalite.

Bahkan, tidak sedikit dari netizen bersuara di dunia maya jika Pertalite yang sekarang jauh lebih boros dibandingkan saat sebelum mengalami kenaikan.

Lantas, benarkah isu jika bahan bakar Pertalite kini mengalami penurunan kualitas dan lebih boros dari sebelumnya ?

Lembaga Penelitian dan Pengembangan Industri Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) melakukan pengujian untuk menanggapi keluhan tersebut.

“Terkait adanya isu BBM jenis Pertalite menjadi lebih boros pasca penyesuaian harga, Pemerintah telah meminta Lemigas untuk melakukan pengujian secara teknis terkait standar dan mutu dari Pertalite,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji, sebagaimana dikutip dari laman resmi Lemigas ESDM.

Pengujian dilakukan dengan mengambil sampel BBM Pertalite yang dilakukan Tim Lemigas dari beberapa SPBU di Jakarta.

Pada tahap awal ada 6 SPBU di Jakarta yang menjadi tempat pengambilan sampel, yakni di:

  1. SPBU Lenteng Agung
  2. SPBU di Taman Mini (2 SPBU)
  3. SPBU Abdul Muis
  4. SPBU Sunter
  5. SPBU di S.Parman

“Sampel BBM Pertalite tersebut kemudian diuji di Balai Besar Pengujian Migas Lemigas Direktorat Jenderal Migas dengan prosedur dan standar pengujian yang baku untuk 19 parameter uji,” ujar Tutuka.

Tangkapan layar pengujian kualitas Pertalite yang dilakukan seornag netizen.
Tangkapan layar pengujian kualitas Pertalite yang dilakukan seornag netizen. (Tangkapan layar Twitter akun @yo2thok)

===

Hasil Pengujian Pertalite

Tutuka menyebut, dari hasil pengujian sampel BBM Pertalite di 6 SPBU ini hasilnya telah memenuhi standar dan mutu spesifikasi BBM jenis bensin RON 90 yang dipasarkan di dalam negeri sebagaimana Keputusan Dirjen Migas No. 0486.K/10/DJM.S/2017.

“Dengan ini tidak terindikasi adanya batasan mutu off-spec. Semuanya on-spec,” ujar Tutuka.

Ia mengatakan, Pemerintah akan melanjutkan dan semakin intensif melakukan pengawasan standar dan mutu BBM guna mendapat kepastian mutu BBM di dalam negeri.

Kompas.com telah mendapat izin dari Tutuka untuk mengutip keterangannya di laman Lemigas ESDM tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved