Berita Lahat

Penyedia Benih Sawit Ilegal Bisa Dipidana, Lahat Baru Miliki 1 Penangkaran yang Resmi

Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Lahat mengaku banyak di Lahat ditemukan penangkar bibit sawit, namun baru satu yang resmi.

Penulis: Ehdi Amin | Editor: Yandi Triansyah
handout
Kepala Disbun Lahat, Vivi Anggraini SStp Msi memperingatkan penjual atau penyedia benih sawit ilegal di Lahat bisa dipidana, Jumat (7/10/2022) 

Laporan Wartawan Sripoku.com Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Lahat mengaku banyak di Lahat ditemukan penangkar bibit sawit, namun baru satu yang resmi.

Disbun Lahat ingatkan, penjual bibit sawit ilegal bisa dikenakan pidana.

Oleh karena itu, Disbun mengingatkan warga Kabupaten Lahat jangan coba-coba menjual benih atau bibit sawit ilegal.

Karena dalam Undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 2019, terkait Sistem Budi Daya Pertanian berkelanjutan, dalam lakukan penangkaran bibit harus ada kerjasama dengan perusahaan pemilik bibit.


Peringatan itu disampaikan, Kepala Disbun Lahat, Vivi Anggraini SStp Msi, Jumat (7/10/2022).

Menurutnya, masyarakat saat ini masih dihadapkan dengan maraknya kasus penyebaran benih ilegal.

Peredaran kecambah kelapa sawit ilegal saat ini semakin mengkhawatirkan, sebab tidak hanya dijual door to door ke rumah warga atau petani, tapi juga dijual secara online tanpa izin dari sumber benih resmi.

“Jika tidak tahu secara jelas asal-usul benih tersebut, petani kita sendiri yang merugi. Sudah tanam lama-lama, sudah keluar biaya besar untuk beli pupuk, tapi hasilnya tidak memuaskan. Bahkan bisa sampai tidak berbuah,” kata Vivi, Jumat (7/10/2022).

Vivi menambahkan, pihaknya terus berikan edukasi ke masyarakat maupun petani, agar tidak mudah tergiur dengan harga benih tandan berduri ilegal yang murah.

Belilah benih yang bersertifikat di penangkaran bibit yang resmi.

Dengan begitu, petani bisa memilih varietas yang diinginkan, sesuai dengan topografis wilayahnya.

“Lahat sudah ada penangkar bibit resmi, yakni penangkar Ngundi Rahayu, di Sp 6, Kelurahan Sari Bungamas, Kecamatan Lahat,” tambahnya.

Vivi mengakui, untuk di Lahat sendiri terpantau banyak penangkar bibit sawit, namun baru ada satu yang resmi.

Penangkar bibit resmi ini, tujuannya untuk melindungi produsen dan konsumen benih.
Dengan memberikan jaminan mutu benih saat dijual ke petani atau masyarakat.

“Jelas ada sanksinya jika menjual bibit ilegal. Bisa terjerat UU No 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta, ancamannya 6 tahun penjara denda Rp 3 miliar,” tegas Vivi. 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved