Tips Jitu Agar Motor Aman Saat Melintasi Banjir Supaya Tidak Mogok, Tak Harus Bawa ke Bengkel

Motor jangan digunakan menerobos banjir tapi jika terpaksa harus menerobos banjir maka hal yang harus diperhatikan posisi saringan udara

Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/Oki Pramadani
Akibat hujan deras Palembang banjir-- kendaraan motor nekat terobos banjir, berikut tips jitu agar motor aman saat melintasi banjir agar tidak mogok. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Hujan deras yang terjadi di Palembang sejak Rabu malam hingga dini hari membuat banjir di sejumlah tempat sehingga menyulitkan pengendara melintas terutama pemotor.

Tidak sedikit motor yang mogok karena mencoba menerobos genangan banjir karena hampir semua ruas jalan protokol banjir.

Technical Service Manager Astra Motor Sumsel, Achmad Wahyudi mengatakan sebaiknya motor jangan digunakan menerobos banjir tapi jika terpaksa harus menerobos banjir maka hal yang harus diperhatikan.

Hal pertama yang paling penting adalah perhatikan posisi saringan udara terutama yang tipe matik karena pendek dibanding motor lainnya.

Begitu saringan udaranya terendam air maka air berpotensi masuk ke mesin akibatnya bisa menyebabkan water hammer itu yang berbahaya.

"Jadi kalau nekat nerobos banjir, airnya harus di bawah saringan udara. Kalau motor-motor sport seperti CB itu ada di atas, di bawah sadel, kalau motor matik seperti BeAT itu posisinya di atas CVT," kata, Kamis (6/10/2022).

Batas aman motor melewati genangan air yakni tidak boleh lebih dari 30 cm, kalau lebih dari itu maka air akan masuk ke saluran pembakaran yang menyebabkan motor mogok.

Wahyudi mengatakan khusus motor matic lebih rentan mogok jika terkena banjir menggunakan belt di bagian transmisinya. Kalau belt tersebut terendam air, maka motor akan kehilangan tenaga.

"Beltnya itu tidak terlindung 100 persen walaupun memang sulit air untuk masuk ke situ. Begitu beltnya tergenang air, dia akan terjadi losses, atau kehilangan tenaga. Dia memang tetap memutar, tapi tidak mencengkram dengan baik," jelasnya.

Selain itu, hal yang harus diperhatikan jika ingin menorobos banjir adalah jaga putaran mesin di sekitar 2.000-2.500 RPM, jangan sampai di tengah genangan air motor berhenti.

"Kalau dia masih jalan dalam kecepatan tertentu bisa nerobos, air kan terbelah . Tapi kalau dia sudah berhenti di tengah banjir itu yang berbahaya. Kalau knalpot, selama dia masih dibuka gas, dan menjaga RPM, enggak masalah. Kan kalau dia iddle dia 1.400 RPM untuk sport dan bebek, kalau matic 1.700 RPM.

Diusahakan harus ngegas, dia main di 2.000-2.500 RPM. Makanya kalau untuk motor matik saat menerobos banjir jangan berhenti, nanti susah pastinya. Kalau sport masih bisa, bisa mainin gas, bebek bisa dinetralin.

Bagi yang masih nekat menerobos banjir, tentu harus tetap memperhatikan ketinggian air. Jika ketinggian air sudah lebih dari separuh ban motor menunggu air surut akan lebih baik dibandingkan motor matik terjebak di tengah banjir.

Terkait banjir yang menyebabkan banyak motor yang mogok, Astra Motor Sumsel menyediakan HondaCARE yang siap membantu konsumen jika motor mogok atau kondisi darurat di jalan termasuk motor mogok kena banjir.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved