Dampak Tragedi Stadion Kanjuruhan, Ini Daftar Sanksi yang Diterima Arema Malang dan Panitia

Sanksi tersebut dikenakan kepada panitia pelaksana (Panpel), petugas keamanan, dan bahkan klub Arema FC.

Instagram/aremafcofficial
Pelatih Arema FC, Javier Roca berdoa sambil berlutut di tengah lapangan Stadion Kanjuruhan yang jadi tempat tragedi memilukan pada Sabtu (1/10/2022) malam. 

SRIPOKU.COM -- Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (1/10/2022) malam, masih menyisakan duka mendalam.

Sebanyak 131 orang meninggal dunia menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang per Selasa (4/10/2022) pukul 10.00 WIB.

Imbas peristiwa berdarah ini, Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Komdis PSSI) menjatuhkan sejumlah sanksi bagi Arema FC.

Sanksi tersebut dikenakan kepada panitia pelaksana (Panpel), petugas keamanan, dan bahkan klub Arema FC.

Lantas, apa saja sanksi untuk Arema FC?

===

1. Ketua Panpel tak boleh berkiprah di sepak bola seumur hidup

Diberitakan Antara (4/10/2022), Komdis PSSI menjatuhkan sanksi kepada Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris, berupa larangan untuk beraktivitas di lingkungan sepak bola seumur hidup.

Ketua Komdis PSSI, Erwin Tobing mengatakan, sebagai Ketua Panpel, seharusnya Abdul Haris bertanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan pertandingan besar itu.

Menurut dia, seorang panitia pelaksana seharusnya jeli, cermat, dan bisa mengantisipasi semua kejadian yang mungkin terjadi.

Pecahnya tragedi Kanjuruhan ini dinilai sebagai kegagalan Ketua Panpel, terlebih dalam mengantisipasi kerumunan orang yang masuk ke lapangan.

"Padahal ada steward. Ada hal-hal yang harus disiapkan, pintu-pintu seharusnya terbuka," kata dia dalam jumpa pers di Malang, Jawa Timur, Selasa (4/10/2022).

===

2. Petugas keamanan diberi sanksi serupa

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved