Berita Pagaralam

Ngiroh Kawe, Budaya Merosting Biji Kopi Tradisional di Pagar Alam Kini Nyaris Punah

Pada zaman dulu, untuk menikmati kopi butuh proses cukup lama. Mulai dari Ngiroh Kawe (Meroasting Biji Kopi) dengan cara disangrai.

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Ahmad Farozi
wawan septiawan/sripoku.com
Tradisi Ngiroh Kawe (Merosting Biji Kopi) saat ini nyaris punah di Pagar Alam sejak banyaknya mesin roasting otomatis. Tampak warga Pagar Alam sedang Ngiroh Kawe, Selasa (4/10/2022). 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Kota Pagar Alam merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Sumsel.

Komoditi kopi di Pagar Alam sudah ada sejak zaman belanda dan disebut sebagai salah satu kopi terenak di Sumsel.

Pada zaman dulu, untuk menikmati kopi butuh proses cukup lama. Mulai dari Ngiroh Kawe (Meroasting Biji Kopi) dengan cara disangrai.

Kemudian ditumbuk dengan menggunakan lesung dan kemudian diayak atau disaring menggunakan ayakan alus.

Namun sayangnya budaya Ngiroh Kawe tersebut saat ini mulai jarang ditemui di Kota Pagar Alam.

Bahkan di desa-desa terpencil di Pagar Alam juga sudah mulai sulit didapati atau nyaris punah.

Ras (57) salah satu perajin bubuk kopi di Pagar Alam mengatakan, saat ini dirinya sudah jarang mendapat pesanan Ngiroh Kawe untuk dijadikan bubuk Kopi.

"Tidak banyak lagi yang masih mau kopinya di kiroh secara manual seperti ini. Banyak yang lebih memilih ngeroasting secara otomatis dengan mesin," tuturnya, Selasa (4/10/2022).

Memang kalau para orang tua penikmat kopi mereka lebih memilih kopi dari hasil ngiroh secara manual dibanding menggunakan mesin.

Namun untuk anak muda lebih memilih kopi dari mesin otomatis.

"Jika tidak dilestarikan maka budaya ini akan punah, karena ini salah satu warisan nenek moyang dulu dan bisa menjadi daya tarik wisata untuk Kota Pagar Alam," katanya.

Walikota Pagar Alam Alpian Maskoni mengatakan, bahwa Ngiroh Kawe ini harus tetap dilestarikan. Karena prosesnya dapat menjadi daya tarik wisata bidang kuliner.

"Proses Ngiroh Kawe ini bisa menjadi salah satu subsektor untuk pariwisata di Pagar Alam. Ini akan menjadi pertunjukan manarik dan edukatif bagi wisatawan yang datang ke Pagar Alam," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved