Tragedi Kanjuruhan

Gas Air Mata Dituding Penyebab Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD Minta TGIPF Gerak Cepat Ungkap Fakta

Tindakan polisi saat menangani kericuhan di Stadion Kanjuruhan dengan pemakaian gas tersebut diyakini membuat massa yang berada di tribun berhamburan.

Editor: Odi Aria
KOMPAS.com/Tribunnews.com
Gas Air Mata Dituding Penyebab Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD Minta TGIPF Gerak Cepat Ungkap Fakta 

SRIPOKU.COM- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD menegaskan bahwa Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali untuk memastikan pertandingan Liga Indonesia bergulir sesuai aturan FIFA dan Undang-undang Nasional.

Mahfud MD yang dipercaya jadi Ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan, Malang itu memang meminta untuk beberapa pihak langsung bekerja.

Hal ini tak lepas dari maraknya tekanan publik yang meminta untuk mengusut tuntas tragedi Kanjuruhan, Malang tersebut.

Tak sedikit pihak yang masih merasa penasaran sebenarnya apa yang menjadi pemicu hingga menimbulkan banyak korban.

Sebab banyak versi yang telah beredar, meski Menkopolhukam Mahfud MC sebelumnya menyebutkan dengan jelas bahwa tragedi ini terjadi bukan karena pertikaian antar suporter.

Menurutnya tragedi Kanjuruhan terjadi karena suporter merasa panik dan ingin keluar stadion setelah adanya penembakan gas air mata.

Gas air mata ini memang menjadi topik yang memicu perdebatan hingga saat ini.

Sebab gas air mata ini diyakini menjadi salah satu pemicunya.

Tindakan polisi saat menangani kericuhan di Stadion Kanjuruhan dengan pemakaian gas tersebut diyakini membuat massa yang berada di tribun berhamburan.

Diyakini awalnya penonton yang ada di tribun dan tak turun ke lapangan itu tidak menyebabkan masalah.

Namun, karena adanya penembakan gas air mata semua supporter panik dan berebut untuk keluar stadion.

Sehingga dalam situasi ini penonton berdesakan yang mengakibatkan ada yang terjatuh hingga terinjak-injak dan akhirnya meninggal.

Terkait pemakaian gas air mata sendiri sebenarnya sudah dilarang digunakan di dalam stadion.

Hal ini bahkan tertera jelas dalam aturan FIFA Stadium Safety and Security Regulations.

Halaman
123
Sumber: BolaSport.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved