Berita Muba

Dinihari, Warga Kayuara Muba Merasakan Tanah Bergerak dan Terdengar Suara Beton Patah

"Dengar bunyi beton patah dan suara tanah longsor langsung saya dan keluarga keluar rumah," tutur Ali, Selasa (4/10/2022).

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Ahmad Farozi
fajeri/sripoku.com
Ali, salah satu korban tanah longsor di Jalan Merdeka LK III Kelurahan Kayuara Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba, membersihkan puing-puing rumahnya, Selasa (4/10/2022) pagi. 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Ali, sedang berada di rumahnya pada Selasa (4/10/2022) sekitar pukul 05.00 dinihari.

Tiba-tiba saat itu dia merasakan tanah bergerak dan terdengar suara berderak beton yang patah.

Setelah menyadari bahwa rumah tergerus tanah longsor, dia dan anggota keluarga lainnya kemudian langsung keluar rumah.

"Dengar bunyi beton patah dan suara tanah longsor langsung saya dan keluarga keluar rumah," tutur Ali, Selasa (4/10/2022).

Dia kemudian menyelamatkan barang-barangnya dari dalam rumah. Akibat tanah longsor itu, tetpat tinggal Ali ambruk, rusak parah dan nyaris tak bisa ditempati.

"Bantuan sudah ada, tapi bantuan tenda untuk tinggal sementara belum ada,” ungkapnya.

Ali merupakan salah satu korban dalam peristiwa tanah longsor yang terjadi di Jalan Merdeka LK III Kelurahan Kayuara Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba, Selasa (4/10/2022) pagi.

Meski tidak ada korban jiwa, namun sedikitnya tiga unit rumah warga yang berada ditepian Sungai Musi, tergerus tanah longsor.

Kepala BPBD Muba, H Pathi Riduan mengatakan, tanah longsor yang terjadi di Keluarahan Kayuara disebabkan tingginya intensitas curah hujan yang melanda Sekayu sejak dini hari.

Akibat tingginya curah hujan membuat tanah yang berada di lokasi bergerak turun.

"Tiga Unit rumah rusak berat, karena kondisi rumah berada di tepian Sungai Musi. Warga yang bermukim disana langsung kita evakuasi," ujarnya, Selasa (4/10/2022).

Adapun korban yang terdampak berjumlah 10 jiwa dari tiga kepala keluarga. Ketiga KK yang menjadi korban tanah longsor ini yakni Nurmah (87), Iwan (54) dan Zuriah (62).

"Kondisi saat ini, mereka sudah mengungsi ke rumah tetangga dan saudara terdekat. Kita juga mengimbau agar jangan menempati lagi rumah yang ambruk karena longsor sebab kondisinya mengkhawatirkan. Takutnya ada longsor susulan," katanya.

Pathi menambahkan, kebutuhan mendesak saat ini meliputi logistik berupa sandang dan pangan untuk para keluarga yang terdampak.

Selain itu pihaknya juga sudah menurunkan personil untuk evakuasi.

"Kita mengimbau bagi warga terutama yang tinggal di bantaran sungai, agar selalu waspada saat hujan deras. Apalagi kontur tanah rentan longsor," pungkasnya.

 

 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved