Penganiayaan Diksar UKMK Litbang

BREAKING NEWS Tim Investigasi UIN Periksa 10 Mahasiswa Terkait Penganiayaan Saat Diksar UKMK Litbang

Tim investigasi pencari fakta UIN Raden Fatah Palembang terkait kegiatan diksar UKMK Litbang UIN Raden Fatah Palembang tidak ada ijin

Editor: adi kurniawan
Tribunsumsel.com/Linda
Wakil Rektor III Dr. Hamidah,M.Ag didampingi Ketua Tim Investigasi Pencari Fakta, sekaligus Wakil Dekan III Fakultas FISIP UIN Raden Fatah Palembang, Dr Kun Budianto saat memberikan keterangan di Gedung Rektorat Kampus A UIN Raden Fatah Palembang, Selasa (4/10/2022). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tim investigasi pencari fakta Universitas Islam Negeri atau UIN Raden Fatah Palembang telah memanggil 10 Mahasiswa, yang diduga pelaku pengeroyokan dalam kegiatan diksar UKMK Litbang UIN Raden Fatah Palembang, yang mengakibatkan korban ALP (19) mengalami luka fisik dan trauma.


Setidaknya lebih dari tujuh jam tim investigasi pencari fakta melakukan interview terhadap 10 mahasiswa diksar UKMK Litbang UIN Raden Fatah Palembang, mahasiswa tersebut diinterview satu persatu agar lebih fokus. 


"Kita interview satu-satu agar lebih fokus," kata Wakil Rektor III Dr. Hamidah,M.Ag didampingi Ketua Tim Investigasi Pencari Fakta, sekaligus Wakil Dekan III Fakultas FISIP UIN Raden Fatah Palembang, Dr Kun Budianto saat di Gedung  Rektorat Kampus A UIN Raden Fatah Palembang, Selasa (4/10/2022).


Hamidah menjelaskan, sebelumnya pihak UIN juga sudah membesuk korban dan dilakukan semacam interview, sehingga dia menceritakan apa yang dialami saat kegiatan. 


"Kami rekam dan catat, karena itu data dari pihak korban kemudian kemarin (3/10) kita berkirim surat memanggil yang nama-nama disebut korban. Ada 10 orang yang kita panggil dan hari ini hadir semua. Kita gali informasi dari mereka apa yang terjadi?," ungkapnya


Menurutnya, baik dari keterangan korban dan 10 mahasiswa tersebut akan disingkirkan, kemudian nanti hasilnya akan dilaporkan ke Rektor.

Untuk itu belum bisa disampaikan kesimpulannya. Sedangkan ketika ditanya apakah benar ada Pungli, ia pun belum mau membeberkan hasil interviewnya.

"Kalau pengakuan korban ia ada penganiayaan. Kalau dari sisi mahasiswa yang kami panggil kita catat semua apa yang disampaikan dan nanti akan kita sampaikan ke rektor," katanya

Menurutnya, terkait kegiatan diksar UKMK Litbang UIN Raden Fatah Palembang tidak ada ijin untuk kegiatan tersebut.

Bahkan pertanyaan itu juga diajukan saat interview, dan memang jawabnya tidak ada ijin baik dari kepemimpinannya. 

Terkait sanksi apa yang akan diberikan pada terduga dan organisasi, Hamidah pun belum bisa memberikan keterangan karena masih dalam proses pencarian fakta. Karena ada di buku pedoman kode etik dan nanti itulah yang akan diberikan sanksinya.

"Dari awal kita sudah mengimbau kepada mahasiswa agar jangan sampai ada kekerasan, tapi kadang-kadang ya anak muda. Dengan adanya kejadian ini tidak mempengaruhi proses belajar dan proses belajar tetap lanjut," ungkapnya


Sementara itu terkait korban sudah melaporkan ke Polisi menurutnya,  kalau korban sudah melaporkan ke Polisi itu haknya.

"Kita tidak bisa menghalang-halanginya, kita tidak ikut campur terlalu jauh karena itu sepenuhnya pada korban," katanya

Menurut Hamidah, jika nantinya pihak UIN Raden Fatah Palembang dipanggil tentu akan memenuhi panggilan dan memberikan informasi apa adanya secara transparan. 

Sedangkan terkait dikabarkan ada korban - korban lainnya, pihaknya belum dapat informasi korban lain, jika ada silakan laporkan dan pihak UIN akan transparan dan tegas terhadap kejadian ini.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved