Tragedi Kanjuruhan

Suporter Sriwijaya FC Bakal Gelar Aksi 1000 Lilin, Solidaritas Korban Tragedi Kanjuruhan Malang

aksi 1000 lilin ini merupakan wujud solidaritas para suporter Sriwijaya FC yang ada di Sumsel atas tragedi Kanjuruhan.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Odi Aria
SRIPOKU.COM/Abdul Hafiz
Yayan Hariansyah Ketum Singa Mania, Qusoi SH sebagai Capo Tifoso Ultras Palembang, dan Edi Ismail Ketum Sriwijaya Mania memberikan pernyataan sikap menolak akuisisi Sriwijaya FC, Minggu (13/3/2022).  

 

 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz


SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Tiga kelompok suporter Sriwijaya FC, Singa Mania, Ultras Palembang, dan Sriwijaya Mania (S-MAN) menyerukan untuk menggelar aksi dalam rangka berkabung 1000 lilin dan berdoa untuk Aremania korban tragedi Kanjuruhan, yang akan digelar di Simpang Lima DPRD Sumsel, Senin (3/10/2022) malam. 


"Monggo kawan-kawan wartawan dihaturi besok malam. Kalo manajemen (Sriwijaya FC) jugo nak hadir, monggo dihaturi," ungkap Cafo Tifoso Ultras Palembang, Qusoi SH bersama Ketua Umum Singa Mania, Yayan Hariansyah SH, dan Ketum Sriwijaya Mania (S-MAN) Edi Ismail, Minggu (2/10/2022) malam. 


Dijelaskan Edi Ismail, aksi 1000 lilin ini merupakan wujud solidaritas para suporter Sriwijaya FC yang ada di Sumsel atas tragedi Kanjuruhan yang menimpa kawan-kawan Aremania. 


"Kita menunjukkan rasa solidaritas berdoa mengirim Al Fatihah. Mungkin untuk suporter kito ke depan jangan sampai terjadi yang model seperti ini. Biar suporter SFC ini menjadi suporter dewasa, tidak lagi nak tawuran. Bukan zamannya lagi," kata Edi. 


Dunia sepakbola khususnya kelompok suporter berduka dengan meninggalnya lebih dari 100 orang aremania dan aparat pada tragedi Kanjuruhan laga Arema vs Persebaya di Malang Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam. 


"Kami turut berduka mengenai Tragedi di Kanjuruhan Malang, menurut kami nyawa manusia  yang menjadi korban dak sebanding dengan olahraga sepakbola," ungkap Ketua Umum Singa Mania, Yayan Hariansyah SH. 


Ia mengusulkan agar manajeman klub dan pihak keamanan merangkul para suporter dengan mewadahinya sejenis jambore. 


"Supaya ini tidak terjadi di Palembang, usulan saya sering sering diadakan pertemuan antara suporter, manajeman dan pihak keamanan, sejenis jambore," katanya. 


Yayan menyatakan pihaknya, menyayangkan banyak gas air mata di stadion, penonton di stadion ditembaki gas airmata, bersesakan, tidak bisa bernapas, dan ia menduga tindakan represif ini merupakan pelangaran berat dan HAM. 


"Kalau kita lihat di vidio yang beredar pihak keamanan tidak memakai protap FIFA dan PSSI. menurut kami Panpel, PSSI, keamanan perlu dievaluasi," ujarnya. 


Cafo Tifoso Ultras Palembang, Qusoi SH mengkhawatirkan atas tragedi Kanjuruhan Malang ini bisa berdampak sanksi FIFA terhadap persepakbolaan tanah air baik itu di Palembang gelaran laga home Sriwijaya FC Liga 2, maupun Palembang sebagai calon tuan rumah Piala Dunia U 20.

Halaman
12
Sumber:
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved