Paginya Jadi Mayat, Tangis Ayah di Pasuruan Tunggu Anaknya Pulang dari Stadion Kanjuruhan

"Ya Allah, Le" kata Sugianto saat dihampiri Gubernur Jatim Kofifah Indar Parawansa di kursi area tunggu depan lorong utama Kamar Mayat Rumah Sakit

Editor: Yandi Triansyah
Tangkapan Layar Tribun Jatim
Sugianto seorang ayah di Pasuruan tak henti-hentinya menangis, sambil melihatkan foto wajah anaknya, M Nizamudin (15), dalam selembar kertas HVS berukuran A4. 

SRIPOKU.COM - Sugianto seorang ayah di Pasuruan tak henti-hentinya menangis, sambil melihatkan foto wajah anaknya, M Nizamudin (15), dalam selembar kertas HVS berukuran A4.

M Nizamudin merupakan salah seorang korban tewas dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan.

"Ya Allah, Le" kata Sugianto saat dihampiri Gubernur Jatim Kofifah Indar Parawansa di kursi area tunggu depan lorong utama Kamar Mayat Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Minggu (2/10/2022).

Sambil menangis, Sugianto mengaku anaknya yang tewas di Stadion Kanjuruhan masih duduk di bangku SMP.

Hari itu, Sabtu (1/10/2022) sang putra M Nizamudin pamit untuk menonton pertandingan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan.

Remaja 15 tahun itu berangkat untuk menyaksikan laga Arema vs Persebaya bersama sejumlah teman sekolahnya.


Sugianto mengaku saat itu sempat merasa berat melepas sang anak untuk menonton pertandingan Arema vs Persebaya.

Namun karena tak ingin melihat wajah anaknya murung, dirinya tak jadi melarangnya dan mengizinkan putranya berangkat.

Selanjutnya, Sugianto mendengar kabar tak mengenakan dari teman-teman anaknya bahwa Nizamudin hilang dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang.

Saya tahu dari teman-temannya yang ngajak pada Sabtu sore itu. Banyak temannya sekitar 10 orang, datang ke rumah," ungkapnya. Akhirnya, Sugianto diberi tahu bahwa anaknya menjadi korban tewas dalam kerusuhan tersebut.

Ia mengatakan terakhir komunikasi dengan anaknya sekitar pukul 18.00 WIB.

Ia menelepon ponsel sang anak namun tak direspons.

Tak lama kemudian anaknya mengirim pesan WA dan itu menjadi kalimat terakhir Nizamudin.

"Terakhir komunikasi waktu pertandingan, hampir pertandingan.

Sempat saya telepon, tapi enggak angkat. Cuma dia WA 'ada apa pak?' Setelah itu gak ada kontak lagi, sampai pagi tadi jadi mayat," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved