Berita Pali

Harga BBM Naik dan Sulit Didapat, Handtraktor tak Beroperasi, Petani di Pali Kesulitan Tanam Padi

Karena bahan bakar minyak (BBM) naik dan sulit didapat, petanitak bisa mengoperasikan handtraktor untuk membajak sawah.

Penulis: Reigan Riangga | Editor: Ahmad Farozi

SRIPOKU.COM, PALI - Petani di Kabupaten Pali mengaku saat ini kesulitan melakukan proses tanam padi.

Karena bahan bakar minyak (BBM) naik dan sulit didapat. Hingga mereka tak bisa mengoperasikan handtraktor untuk membajak sawah.

Petani padi di Desa Lunas Jaya, Kecamatan Tanah Abang, Pali, Saparudin mengatakan, saat ini pihaknya kesulitan melakukan proses tanam padi.

Padahal, pada bulan Oktober seharusnya sawahnya sudah selesai proses tanam padi, dengan target akhir tahun memasuki masa panen.

"Saat ini kami sangat kesulitan mendapatkan BBM subsidi jenis Solar. Dari SPBU juga kadang habis sedangkan diisi eceran hanya seadanya." katanya, Senin (3/10/2022).

Total seluruh sawah Kelompok Tani yang berada di Desa Lunas Jaya ada kisaran 30 hektar. Sehingga akibat lambannya proses tanam, sawah menjadi mengering.

"Kami ada tiga handtraktor. Sehari bisa menghabiskan 30 liter untuk membajak minimal lima hektar," katanya.

"Jadi, akibat sulit mendapatkan BBM untuk membajak saja kami bisa menghabiskan waktu dua bulan dengan kondisi sawah yang kering sehingga lebih menyulitkan," ujarnya.

Terkait kondisi petani, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pali Ahmad Joni mengatakan, pihaknya sudah menyediakan surat pemberitahuan khusus melalui penyuluh agar bisa bekerjasama dengan pihak SPBU.

"Meski dalam waktu satu Minggu hanya bisa dijatah 35 liter solar. Namun kita tetap berupaya mencari solusi lain apakah nanti bisa ditambah untuk petani," jelasnya.

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved