Berita OKU

Warga Desa Tanjung Makmur Batumarta Disatroni Perampok, Mbah Sumarni Gigit Jari Jempol Penodong

Aksi heroik Mbah Sumarni (66) patut ditiru di usianya yang sudah senja, Sumarni berani melawan penjahat dengan cara  menggigit jempol tangan kiri

Penulis: Leni Juwita | Editor: bodok
SRIPOKU.COM/eni
Mbah Sumarni (66) korban perampokan menunjukkan isi lemari yang dirampok, Minggu (2/10/2022) 

SRIPOKU.COM, BATURAJA - Aksi heroik Mbah Sumarni (66) patut ditiru di usianya yang sudah senja, Sumarni berani melawan penjahat dengan cara  menggigit jempol tangan kiri penodong hingga berdarah sebelum disekap.

Peristiwa tersebut terjadi di rumah korban Desa Tanjung Makmur Batumarta 16 Blok I Kecamatan Sinar Peninjauan Kabupaten OKU Minggu (2/10/2022)  Pukul  07.00 WIB.

Penjahat yang beraksi sendirian berhasil mengambil barang-barang berharga meliputi uang tunai Rp 5 juta disimpan didalam 5 helai celana.

Lalu, uang tunai Rp 4,4 juta yang disimpan dalam tas, 2 buah HP, kunci kontak, STNK dan BPKB mobil Toyota Rush, STNK motor Honda Spacy, 1 buah buku rekening tabungan BRI dan ATM serta dompet berisi surat kendaraan.

Menurut informasi, sudah shalat subuh Mbah Sumarni membuka kandang ayamnya.

Namun gemboknya tidak dikunci lagi hanya dicantelkan saja di pintu.Sekitar pukul 06. 30 WIB ayam peliharaan Mbah Sumarni berkotek dan sangar riuh.

Lalu wanita tua yang baru ditinggal mati suaminya ini pergi ke kandang ayam bermaksud mau memberi ayam makan.Tidak disangka di dalam kandang ayam itu sudah ada penjahat menyelinap masuk.

Begitu korban masuk, penjahat langsung menyekap  korban dan menutup mulut korban dengan kain, dan mengikat tangan dan kaki korban dengan kain.

Disinilah mulai terjadi interaksi (pelaku dan korban berkomunikasi) antara korban dan pelaku, penjahat yang memakai hoodie dan menutup muka nya ini mulai memprovokasi si Mbah agar menyerahkan harta benda dan uang.Wanita yang tergolong kaya di desanya ini tetap santai dan memainkan emosi pelaku.

Mbah Sumarni mengeluarkan taktik jitunya membujuk pelaku agar melepaskan ikatan di kakinya.

“Cakmano aku nak nunjukan simpan duitku kalau kakiku diikat, longgarkan sedikit ikatan tanganku, sudah aku berjalan kalau matoku ditutup om,” bujuk Mbah Sumarni yang ditirukan salah seorang familinya.

Mungkin pelaku juga berpikir apa yang dikatakan si mbah masuk akal, kemudian pelaku menuruti semua keinginan korban dengan syarat korban tidak boleh menatap muka pelaku (harus menundukan muka).

Selama tersangka beraksi meskipun tidak menyakiti tubuh korban, namun pelaku  selalu mengancam agar korban kooperatif dan menuruti perintahnya kalau tidak mau luka.

Interaksi berlangsung sekitar 30 menit, korban juga minta izin mematikan kompor yang sedang menyala saat memasak air.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved