Liga 1 Dihentikan

Tragedi Kanjuruhan Malang, Sriwijaya FC Diminta Tingkatkan Koordinasi Evaluasi Laga Home Liga 2

Kemungkinan belum tahu apakah Liga 2 terkena dampaknya atas Tragedi Kanjuruhan Malang ini. Menurut saya ini tergantung PT LIB, PSSI

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Abdul Hafiz
Plt Sekretaris Asprov PSSI Sumsel Faisal Mursyid SH yang juga Sekretaris PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) manajemen pengelola klub Sriwijaya FC. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kerusuhan terjadi pada laga Arema vs Persebaya Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, bakal membawa dampak untuk kompetisi sepakbola lainnya seperti Liga 2 yang dilakoni Sriwijaya FC.

Dalam waktu dekat tim kebanggaan masyarakat Sumsel, Sriwijaya FC akan menjamu PSPS Riau Sabtu (8/10/2022) pukul 15.30 di Stadion Atletik 1 JSC Palembang pada laga ke tujuh babak penyisihan putaran pertama Liga 2.

"Kemungkinan belum tahu apakah Liga 2 terkena dampaknya atas Tragedi Kanjuruhan Malang ini. Menurut saya ini tergantung PT LIB, PSSI, Pemerintah RI, FIFA bagaimana menyikapi masalah ini," ungkap Plt Sekretaris Asprov PSSI Sumsel Faisal Mursyid SH yang juga Sekretaris PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) manajemen pengelola klub Sriwijaya FC, Minggu (2/10/2022).

Faisal mengaku tadi pagi pihaknya dihubungi Kasat Intel Polrestabes Palembang dan koordinasi dengan security Officer Syahril Musa, untuk koordinasi lebih lanjut mengantisipasi kejadian di Malang, agar dievaluasi pelaksanaan pertandingan home yang sudah dilaksanakan 3 kali di Stadion Atletik 1 JSC Palembang.

"Selama ini pelaksanaan evaluasi dilaksanakan di lapangan dan Mapolrestabes Palembang. Dengan kejadian Kanjuruhan Malang ini, kita tingkatkan lagi koordinasi dan evaluasi. Dalam beberapa hari ke depan ini akan dievaluasi agar kita semua semangat menonton bola bukan untuk rusuh. Tapi menikmati tontonan tim kita dalam kondisi menang, seri maupun kalah," jelas pria berdarah Minang kelahiran Palembang, 6 Juli 1966.

Faisal menilai kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam sangat menyedihkan.

"Saya sempat nonton ketika skor 2-2, terlihat stadion full. Korban sebanyak itu harus dievaluasi menyeluruh. Satu nyawa jatuh korban saja itu sangat berharga. Apalagi ini dikabarkan 127 orang," kata Faisal.

Ia juga menyebut ini tragedi terbesar. Untuk itu Sriwijaya FC bersama aparat keamanan akan mengevaluasu bagaimana laga home SFC di Stadion Atletik 1 JSC Palembang.

* Rusuh

Ratusan suporter didominasi dari Arema FC atau Aremania dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo mengatakan, Lebih dari 120 orang telah meninggal.

"Lebih dari 120 orang meninggal karena caos, berdesak-desakan, terinjak-injak, dan sesak napas," ujarnya.

Sementara, Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta dalam konferensi pers sebagaimana dilaporkan Surya (Tribun Network), juga menyebut, lebih dari 100 orang meninggal.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved