SOSOK Brigadir Andik yang Jadi Korban Kerusuhan Kanjuruhan, Sempat Posting Terjebak di Tribun Atas

Anggota Polsek Sumbergempol, Polres Tulungagung, Brigadir Andik Purwanto, menjadi korban kerusuhan tragedi Arema vs Persebaya

Editor: Wiedarto
(Ist/Surya.co.id)
Brigadir Andik Purwanto, anggota Polsek Sumbergempol yang jadi korban tragedi kerusuhan suporter dengan aparat dalam laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang. 

SRIPOKU.COM, MALANG--Anggota Polsek Sumbergempol, Polres Tulungagung, Brigadir Andik Purwanto, menjadi korban kerusuhan tragedi Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang Andik diperbantukan atau BKO untuk bertugas dalam pengamanan laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/1/2022) malam.

 

Sehari-hari, Andik adalah sosok  Bhabinkamtibmas Desa Bendiljati Wetan, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung. Andik juga alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri dan aktif di Barisan Ansor Serba Guna (Banser) dan di PSNU Pagar Nusa.

 

"Dia kami sebut alumni Banser dan Alumni Pagar Nusa. Karena sejak jadi polisi dia harus netral, tidak bisa aktif lagi," ujar mantan Satkorcab Banser Tulungagung dan kawan akrabnya, Yoyok Mubarok, Minggu (2/10/2022), seperti ditulis Surya.co.id.

Yoyok yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa Bendiljati Wetan mengakui Andik sebagai sosok yang baik. Kawan-kawannya menjulukinya Andik Bahadur karena sosoknya dianggap mirip orang India. Andik dikenal murah senyum dan mudah akrab dengan siapa saja. "Dia supel sekali. Susah cari pengganti seperti dia," tutur Yoyok.


Menurut Yoyok, Andik juga dikenal sebagai polisi yang tidak neko-neko. Sebelumnya dia pernah menjadi penyidik, namun pilih berhenti dengan alasan tidak mau berhadapan dengan warga meski pelaku kejahatan. Bahkan menurut Yoyok, Andik tidak mempedulikan karier dan memilih jadi Bhabinkamtibmas. "Dia memelihara ikan bersama kelompok desa kami. Orangnya sangat baik," ucapnya.


Andik sempat membuat status pada pukul 21.22 WIB dari Stadion Kanjuruhan. Dari unggahan status itu, polisi warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbergempol ini diperkirakan ada di tribun bagian atas.


Menurut Kabag Ops Polres Tulungagung, Kompol Supriyanto, Andik salah satu dari 25 orang anggota yang BKO ke Malang. "Ada permintaan BKO, kami mengirim 25 orang. Pengendali sepenuhnya Polres Malang," terang Supriyanto.

Hingga kini, belum ada laporan pasti penyebab meninggalnya Brigadir Andik. Namun menurut Supriyanto, diduga Andik terjebak di antara penonton yang saling berdesak-desakan.(David Yohanes)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved