Berita Palembang

Mahasiswa di Palembang Dianiaya Senior Hingga Babak Belur Saat Ikut Diksar di Bumi Perkemahan Gandus

Diduga ada beberapa mahasiswa yang menjadi korban penganiayaan serupa oleh seniornya.

Penulis: Mita Rosnita | Editor: bodok
ISt
Ilustrasi pemukulan penganiayaan mahasiswa di Palembang. Penganiayaan dilakukan oleh senior ketika mengikuti pendidikan dasar (Diksar), Minggu (02/10/2022) di Bumi Perkemahan Gandus. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kekerasan fisik terjadi ketika mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) pada unit kegiatan mahasiswa kampus (UKMK) di salah satu satu Universitas Negeri Palembang

Seperti dialami korban berinisial Zero yang mengalami pemukulan sehingga dibagian muka babak belur dan kini dilarikan ke Rumah Sakit Herminah Palembang, untuk perawatan, Minggu (2/10/2022).

Berdasarkan penelusuran informasi Sripoku.com, Zero mengikuti program diksar sejak, Kamis (29/9/2022) hingga Minggu (02/10/2022) di Bumi Perkemahan Gandus, secara tiba-tiba membuat heboh.

Lantaran beredar pesan WhatsApp menyebutkan terdapat beberapa mahasiswa mengalami perundungan yang diduga dilakukan oleh senior.

Salah satu dosen di kampus tersebut sekaligus kerabat Zero yang enggan disebutkan namanya, telah memberikan keterangan bahwa saat ini Zero masih mengalami syok akibat pemukulan oleh senior sehingga menyebabkan muka Zero terdapat luka memar.

"Orangtua korban masih keluarga saya bahkan saat ini korban mengalami memar di bagian muka dan mata bengkak," kata dosen yang meminta namanya tak ditulis.

Sementara itu, Mai yang merupakan ibu korban mengaku sangat terpukul saat mengetahui kabar anaknya telah menjadi korban kekerasan saat mengikuti diksar yang diduga dilakukan oleh seniornya tersebut.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Logo TikTok Sripoku.com

Terlebih saat dirinya melihat kondisi wajah Zero dipenuhi  lebam dan terdapat luka akibat sundutan api rokok, Mai menilai tindakan tersebut sudah tidak manusiawi.

"Kondisi anak saya saat ini jidatnya bengkak, telinga biru semua, mata bengkak, ada sundutan rokok di muka, kedua lengan biru dan ada banyak bekas jotos di kepala," terang dia.

Lebih lanjut, Mai atas kejadian tersebut Umar sampai mengalami kondisi psikis yang buruk sehingga berniat tidak ingin melanjutkan perkuliahan kembali.

"Karena kasus ini anak saya jadi kepikiran untuk putus kuliah. Parahnya saat kejadian Umar sampai ikut ditelanjangi oleh pelaku," sambungnya.

Akibat tak tahan atas rasa sakit yang dirasakan Zero, akhirnya Mai memutuskan untuk membawa anaknya ke Rumah Sakit Hermina di Jakabaring Palembang, siang tadi.

"Tadi siang kami larikan ke rumah sakit dan korban masih belum bisa dibesuk dulu. Jujur, dari semalam saya terus-terusan menangis bila membayangkan saat anak saya diperlakukan seperti binatang, biadab sekali mereka," ketus Mai berharap pelaku dihukum sesuai dengan kesalahannya.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved