Liga 1 Dihentikan

Kapasitan Stadion 38 Ribu Tiket Dicetak 42 Ribu, Mahfud MD Tegaskan Kerusuhan Bukan Bentrok Suporter

“Tapi usul-usul itu tidak dilakukan oleh panitia yang tampak sangat bersemangat. Pertandingan tetap dilangsungkan malam, dan tiket yang dicetak jumlah

Editor: Yandi Triansyah
(KOMPAS.com/Suci Rahayu)
Pertandingan pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 bertajuk derbi Jawa Timur, Arema FC dan Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, Sabtu (1/10/2022). 

SRIPOKU.COM - Panitia pertandingan Arema FC Vs Persebaya menjual 42000 tiket, padahal kapasitas stadion cuma 38000.

Hal ini diungkap oleh Menkopolhukam Mahfud MD menanggapi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/92022) malam.

Mahfud mengatakan, aparat keamanan sydag mengantisipasi melalui koordinasi dan usul teknis di lapangan.

Misalnya pertandingan minta digelar sore bukan malam hari.

Mahfud juga mengatakan, aparat keamanan meminta agar jumlah penonton disesuaikan dengan kapasitas stadion, yakni berjumlah 38.000 ribu penonton.

“Tapi usul-usul itu tidak dilakukan oleh panitia yang tampak sangat bersemangat. Pertandingan tetap dilangsungkan malam, dan tiket yang dicetak jumlahnya 42.000,” ungkap Mahfud, Minggu (2/10/2022).

Mahfud menegaskan tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur bukan bentrokan suporter.

Menurut Mahfud, korban meninggal mayoritas karena desak-desakan, saling himpit dan terinjak injak dan sesak nafas.

"Perlu saya tegaskan bahwa tragedi Kanjuruhan itu bukan bentrok antar suporter Persebaya dengan Arema. Sebab pada pertandingan itu suporter Persebaya tidak boleh ikut menonton. Suporter di lapangan hanya dari pihak Arema,” tegas Mahfud.

Selain itu, Mahfud memastikan Pemerintah Kabupaten Malang menanggung biaya rumah sakit bagi korban.

Ia juga menyampaikan pemerintah menyesali dan turut bela sungkawa atas tragedi ini.

Mahfud berharap keluarga korban bersabar dan terus berkoordinasi dengan aparat dan petugas pemerintah di lapangan.

Mahfud menambahkan, pemerintah telah melakukan perbaikan pelaksanaan pertandingan sepak bola dari ke waktu dan akan terus diperbaiki.

“Tetapi olahraga yang menjadi kesukaan masyarakat luas ini kerap kali memancing para suporter untuk mengekspresikan emosi secara tiba-tiba,” imbuh dia.

Dilaporkan, 127 orang tewas (data dari kepolisian pukul 6.00 WIB) dalam tragedi di Kanjuruhan. Dua korban di antaranya merupakan anggota Polri.

"Dari jumlah itu, 34 orang tewas di Stadion Kanjuruhan dan 93 orang lainnya tewas di rumah sakit," jelas Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta, Minggu (2/10/2022).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved