Berita Palembang

Dunia Digital Juga Ada Etikanya, Kemenkominfo Ajak Wong Kito Cakap Bersosmed

Kementrian komunikasi dan informasi bekerja sama dengan Siberkreasi, didukung Pemerintah Kota Palembang

Editor: Odi Aria
Tribunsumsel.com/Linda Trisnawati
Literasi Digital Nasional "Makin Cakap Digital 2022" di Grand Atyasa Palembang, Sabtu (1/10/2022). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kementrian komunikasi dan informasi bekerja sama dengan Siberkreasi, didukung Pemerintah Kota Palembang mengadakan Literasi Digital Nasional "Makin Cakap Digital 2022" Segmen Pendidikan Wilayah Sumatera.


Kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh 545 kepala sekolah tingkat SD dan SMP di Kota Palembang. Turut hadir Staf Ahli Walikota Palembang Zanariah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto, Kasi Pembinaan Guru Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Palembang Zulkarnain dan pihak terkait lainnya.


"Setelah adanya pandemi Covid-19 dan  sekolah daring maka jadi terbiasa dengan media digital," kata Ahmad Zulinto saat Literasi Digital Nasional "Makin Cakap Digital 2022" di Grand Atyasa Palembang, Sabtu (1/10/2022)


Menurut Zulinto, meskipun begitu media digital ini harus disikapi dengan bijak dan ada etika dalam menggunakannya. Bapak dan ibu guru mendidik anak-anak, artinya harus banyak belajar etika berkomunikasi.


"Kepada kepala sekolah bagaimaan etika berkomunikasi melalui digital dengan sesuai standar juga harus diterapkan," pesannya


Sementara itu Zulkarnain menjelaskan tentang etik digital, kenapa di dunia digital harus menggunakan etika? karena ada perbedaan budaya dan kultur dari satu dan lainnya. 


"Maka segala aktivitas digital, di ruang digital dan menggunakan media digital memerlukan etika digital. Untuk ruang lingkup etika itu kesadaran, tanggungjawab, integritas dan kebijakan," katanya


Sementara itu etika berinternet atau digital yaitu jangan menggunakan huruf besar atau kapital, apabila mengutip dari internet kutiplah seperlunya dan mencantumkan asalnya. 


Lalu, memperlakukan email sebagai pesan pribadi dan berhati-hati ketika melanjutkan email ke orang lain.

Biasakan menggunakan format palin text dan jangan sembarang menggunakan HTML. Kemudian jangan mengirimkan file besar melalui attachment, tanpa izin terlebih dahulu dari penerimaan pesan.


"Internet memang anugrah, tetapi bisa menjadi bencan manakala teknologi "hanya bisa mengendalikan kita" manusia tanpa jiwa-jiwa yang beretika.

Untuk itu etika hadir untuk mengingatkan kembali hakikat teknologi sebagai anugerah bagi manusia," katanya
 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved