Berita Musi Rawas

Petani di Musi Rawas Sedot Sisa Air di Saluran Irigasi untuk Pengairan Sawah

Untuk memenuhi kebutuhan air, para petani menyedot air yang tersisa di saluran irigasi lalu dialirkan ke sawah.

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Ahmad Farozi
eko mustiawan/sripoku.com
Petani di Desa Mataram Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Mura, Sumsel, menyedot air yang tersisa di saluran irigasi menggunakan mesin untuk pengairan sawah, Kamis (30/9/2022). 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Pengeringan irigasi Kelingi-Tugumulyo karena proses perbaikan, berdampak suplai air ke lahan pesawahan petani di Musi Rawas tak terpenuhi.

Untuk memenuhi kebutuhan air, para petani menyedot air yang tersisa di saluran irigasi lalu dialirkan ke sawah.

Upaya ini dilakukan petani agar tanaman padi tetap tumbuh dan berkembang. Terlebih, usia tanaman padi baru lima hari, sehingga masih membutuhkan suplai air.

"Iya ini untuk disalurkan ke lahan sawah saya, karena kering," kata Hermanto salah seorang petani di Desa Mataram kepada Sripoku.com, Jumat (30/9/2022).

Herman mengaku, penyedotan air dilakukan 5 hari sekali. Dalam sehari bisa menghabiskan 3 liter bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.

"5 hari sekali, seharinya habis 3 liter Pertalite pakai mesin sedot air. Ini nyedot disisa-sisa irigasi Kelingi-Tugumulyo," ucapnya.

Penyedotan dilakukan hingga usia tanaman padi sudah di atas 1,5 bulan. Bahkan, Herman juga mengaku, sudah yang ketiga kalinya m lakukan penyedotan air tersebut.

"Ini yang ketiga kalinya, kalau usia padi sudah di atas 1,5 bulan, tidak perlu lagi. Tapi sekarang padi saya baru 5 hari," jelasnya.

Senada disampaikan, Saparudin yang juga seorang petani. Sebelum ada pengeringan Irigasi dan air irigasi lancar, lahan persawahannya tidak tidak pernah kekurangan suplai air.

"Biasanya tidak pernah nyedot-nyedot seperti, kalau irigasi Kelingi-Tugumulyo normal, dan kami bisa tanam padi kapan pun," kata Saparudin.

Dia berharap, agar pengerjaan irigasi Kelingi-Tugumulyo dapat segera dikebut perampungannya, sehingga petani bisa kembali produktif menanam padi, tanpa khawatir kekurangan suplai air.

"Pengennya di percepat penyelesaiannya, biar kami bisa tanam padi," ungkapnya.

Kondisi serupa juga dialami petani di Desa S Kertosari Kecamatan Purwodadi. Petani setempat juga menyedot air menggunakan mesin penyedot air yang biasa digunakan untuk menguras air kolam, lalu dialirkan ke sawah.

 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved