Berita Musi Rawas

Dewan Mura Sesalkan Pembangunan Jembatan Pelawe Dibatalkan, Padahal Sudah Dianggarkan Rp9 Miliar

"Anggaran kurang lebih Rp9 miliar itu untuk menyelesaikan, tapi sampai sekarang belum ada pembangunannya," kata Alamsah A Manan.

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Ahmad Farozi
eko mustiawan/sripoku.com
Alamsah A Manan (kanan) dan M Febriansyah anggota DPRD Musi Rawas. 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Anggota DPRD (Dewan) Musi Rawas menyesalkan batalnya kelanjutan pembangunan jembatan gantung multifungsi di Desa Pelawe Kecamatan BTS Ulu Kabupaten Musi Rawas.

Salah seorang anggota DPRD Musi Rawas, Alamsah A Manan menyatakan, kelanjutan pembangunan jembatan gantung Desa Pelawe itu sebetulnya sudah dianggarkan pada APBD tahun 2022.

"Pengesahan anggaran tahun 2022 itu dilakukan di November 2021. Jembatan pelawe itu sudah masuk dan dianggarkan sebesar kurang lebih Rp9 miliar," kata Alamsyah A Manan, Jumat (30/9/2022).

Jembatan di Desa Pelawe tersebut nantinya akan dibangun jembatan gantung multifungsi yang bisa dilalui kendaraan roda empat dengan kapasitas 4 ton.

"Anggaran kurang lebih Rp9 miliar itu untuk menyelesaikan, tapi sampai sekarang belum ada pembangunannya," katanya.

Terkait itu kata Alamsah, DPRD Musi Rawas memanggil Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM), menanyakan alasan pembatalan kelanjutan pembangunan jembatan tersebut.

Dilanjutkan, dari hasil pertemuan dengan Dinas PUBM, penundaan pembangunan jembatan karena keterlambatan tayang. Sehingga dengan waktu yang relatif singkat dikhawatirkan tidak selesai.

"Tapi alasan utamanya, mereka salah melakukan perhitungan diawal. Dengan anggaran Rp9 miliar itu, perkiraannya bisa selesai untuk pembangunan jembatan Pelawe itu," ujarnya.

Ditambahkan, awalnya Dinas PUBM mengupayakan dilakukan penambahan anggaran di APBD Perubahan. Namun nyatanya tidak tercapai, mengingat waktu.

"Jadi daripada dipaksakan dan dikerjakan asal-asalan, sehingga kegiatan itu dikosongkan atau ditiadakan dan dilanjutkan di 2023," tambahnya.

Pihak Dinas PUBM juga menjelaskan, bahwa di 2023 pembangunan jembatan Pelawe sudah dianggarkan sebesar Rp13 miliar. Namun, menurutnya, anggaran tersebut belum final.

"Di Dinas PUBM itu kurang sumber daya manusia (SDM), karena satu orang bisa mengcover 4 sampai 5 kegiatan," pungkasnya.

Anggota dewan lainnya, M Febriansyah juga menyayangkan hal tersebut. Terlebih, jembatan tersebut sudah sangat dinantikan dan diharapkan oleh masyarakat.

"Yang pasti masyarakat Desa Pelawe sangat kecewa, karena jembatan itu sangat didambakan," kata Febri.

Disebutkan, berdasarkan sejarah, pondasi jembatan di Desa Pelawe sudah dibangun sejak zaman Bupati Ridwan Mukti. Namun hingga kini belum juga diselesaikan..

"Pembangunan jembatan itu, tidak serta-merta seperti bangun jalan bisa dicicil, pembangunan jembatan harus selesai seutuhnya, agar bisa digunakan atau dilalui," ungkapnya.

Febri juga mendesak agar Dinas PUBM Kabupaten Musi Rawas segera menindaklanjuti dan melanjutkan pembangunan jembatan Pelawe.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas PUBM Musi Rawas, Alawiyah mengaku, kelanjutan pembangunan jembatan di Desa Pelawe Kecamatan BTS Ulu tidak bisa dilanjutkan tahun ini, mengingat harga baja yang melonjak.

"Jembatan di Pelawe tidak tahun ini tidak bisa kami laksanakan untuk pembangunannya, karena terkait harga baja yang melonjak mengakibatkan kita terhalang. Kemudian ditambah dengan kenaikan PPN dan apalagi ada kenaikan BBM," kata Alawiyah kala itu.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved