Berita Lubuklinggau

Pura-pura Ketuk Pintu atau Pencet Bel Lalu Beraksi, Modus Pelaku Bobol Rumah DPRD di Lubuklinggau

"Kami datangi pencet bel dulu, kalau rumah itu kosong langsung kami curi, bila ada orangnya kami pura-pura tanya alamat kemudian pergi," kata pelaku.

Editor: Ahmad Farozi
eko hepronis/ts
Tersangka Subendrio satu dari dua pelaku bobol rumah anggota DPRD Musi Rawas dihadirkan saat pers rilis di Polres Lubuklinggau, Kamis (29/9/2022). 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Satu dari dua pelaku pembobol rumah anggota DPRD Musi Rawas diringkus anggota Satreskrim Polres Lubuklinggau.

Pelakunya, Subendrio alias SU (36) warga Jalan Aneka RT 04 Kelurahan Taba Koji Kecamatan Lubuklinggau Timur I Kota Lubuklinggau.

Resedivis kasus narkoba ini kaki kirinya ditembak sebanyak dua kali, karena melakukan perlawanan dan mencoba kabur saat penangkapan di rumah pacarnya, Rabu (28/9/2022) kemarin.

Pelaku membobol rumah Imawan Andriansyah di Jalan Nangka Lintas RT 04 Kelurahan Batu Urip Kecamatan Lubuklinggau Utara II, pada 18 September 2022 pukul 16.00 Wib.

Dalam kejadian itu kedua pelaku berhasil membawa kabur gelang emas 50 gram, HP merk Oppo F9, HP Samsung Tab A, HP Samsung S 8, HP Samsung S10, Jam Iphone Watch 6, Play Station PS 4, Laptop merk Sharp dan perangkat reciever CCTV.

Dihadapan Polisi, Subendrio mengaku diajak oleh temannya berinisial IS yang saat ini sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Ceritanya, saat keluar penjara akhir tahun 2021 lalu karena kasus penyalahgunaan narkoba, Subendrio tidak punya pekerjaan tetap dan kerap diajak temannya bekerja serabutan.

"Selama ini kerja ikut alat berat (Alber),saya diajak teman untuk bongkar rumah, saya cuma dapat Handphone, Tab dan uang Rp. 500 ribu," pengakuan tersangka saat pers rilis di Polres Lubuklinggau, Kamis (29/9/2022).

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Dia mengaku uang yang diperolehnya itu sudah habis untuk biaya makan selama tiga hari. emudian handphone dan Tab belum sempat ia jual karena rencananya untuk dipakai sehari-hari.

"Cuma uang yang sudah habis, sementara Handphone dan Tab untuk pakai sendiri, memang tidak dijual," ujarnya.

Subendrio juga mengaku modus mereka memang mengincar rumah yang ditinggal pemiliknya. Awalnya mereka survei terlebih dahulu, kemudian mereka datangi dengan modus seperti ingin bertamu.

"Kami datangi kami pencet bel dulu, kalau rumah itu kosong langsung kami curi, bila ada orangnya kami pura-pura tanya alamat kemudian pergi," ungkapnya.

Saat itu kebetulan yang mereka datangi adalah rumah anggota DPRD Kabupaten Mura. Setelah memencet bel berulang-ulang, pemilik rumah ternyata tidak ada.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved