Breaking News:

Berita Musi Rawas

Muncul ke Permukaan Tanah dan Bocor, Warga Leban Jaya Musi Rawas Tuntut Perbaikan Pipa Gas

Selain itu, pipa juga diduga tidak standar. Sebab pernah terjadi kebocoran pipa hingga terjadi kebakaran.

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Ahmad Farozi
eko mustiawan/sripoku.com
Rapat antara warga Desa Leban Jaya Kecamatan Tuah Negeri bersama PT Pertagas Niaga dan Komisi I dan 3 DPRD Kabupaten Mura, Kamis (29/9/2022). Rapat membahas tuntutan warga soal pipa Jargas RT yang diduga bermasalah di Desa Leban Jaya. 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Warga Desa Leban Jaya Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel, menuntut PT Pertagas mememperbaiki infrastruktur pipa jaringan gas rumah tangga (Jargas RT) di desa setempat.

Menurut warga, penanaman pipa Jargas RT tidak sesuai standar. Sebab pipa tersebut timbul ke permukaan tanah karena penanamannya hanya 5 Cm hingga 10 Cm dari permukaan tanah.

Selain itu, pipa juga diduga tidak standar. Sebab pernah terjadi kebocoran pipa hingga terjadi kebakaran.

Firmansyah mewakili warga Desa Leban Jaya mengatakan, sedikitnya ada kurang lebih 800 rumah di Desa Leban Jaya yang tersambung ke Jargas RT.

Hanya saja, lanjut Firman, penanaman pipa jargas yang menyalurkan gas dari pipa induk gas ke rumah-rumah warga di Desa Leban Jaya, tidak dilakukan sesuai standar aturan, bahkan ada pipa yang berada dipermukaan tanah.

"Idealnya, pipa itu ditanam di dalam tanah dengan kedalaman 30-40 Cm. Namun, kenyataan di lapangan, hanya sedalam 5-10 Cm, bahkan ada yang tidak tertanam sama sekali," kata Firman.

Selain kondisi tersebut kata Firman, di lokasi pipa jargas juga tidak diberikan tanda. Sehingga sangat mengkhawatirkan warga pengguna gas.

"Apalagi baru-baru ini, pada Mei lalu di Dusun 3 Desa Leban Jaya, telah terjadi kebakaran yang diakibatkan bocornya pipa gas tersebut," ucapnya.

Beruntung saat kejadian, tidak menimbulkan kerugian jiwa dan materi. Namun akibat kejadian tersebut, membuat warga panik dan hingga saat ini masih dihantui rasa was-was.

"Masalah ini sudah kami laporkan ke Kades, untuk seterusnya disampaikan kepada pihak Pertagas Niaga Musi Rawas. Namun setelah dilakukan mediasi antara warga dan Pertagas Niaga, hingga saat ini tidak ada penyelesaiannya," ucapnya.

Untuk itu, warga Desa Leban Jaya meminta agar ada upaya perbaikan terkait pipa Jargas yang dinilai membahayakan warga tersebut, sehingga warga bisa tenang tanpa harus khawatir.

Nawawi, anggota DPRD Musi Rawas mengatakan, hari ini pihaknya memanggil pihak PT Pertagas Niaga dan warga Desa Leban Jaya Kecamatan Tuah Negeri, untuk duduk bersama.

Dari hasil rapat tersebut sambung Nawawi, Komisi 1 dan 3 DPRD Kabupaten Mura, meminta agar PT Pertagas segera melakukan perbaikan infrastruktur Jargas yang dikeluhkan warga.

"Nanti kami akan cek ke lapangan, untuk melihat tindak lanjutnya, apakah ada upaya perbaikan atau tidak. Kemudian, kami juga memerintahkan kepada Pemkab Mura untuk juga melakukan pengawasan," katanya.

Koordinator Lapangan PT Petragas Niaga di Kabupaten Mura, Arie menyebut, belum bisa memberikan keterangan rinci untuk tindak lanjutnya.

Namun yang pasti, pihaknya akan melaporkan masalah tersebut ke pimpinan di pusat, bersamaan dengan hasil rapat bersama DPRD dan warga Desa Leban Jaya Kecamatan Tuah Negeri.

"Kami akan laporkan ke pusat, karena waktu pemasangan kami tidak dilibatkan dan itu sepenuhnya dilakukan oleh kontraktor," tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved