Berita Musi Rawas

Meski Gratis, Ada Saja Peternak di Musi Rawas yang Menolak Sapinya Disuntik Vaksin PMK

Meski bertujuan cegah penularan, namun masih ada pemilik ternak menolak vaksinasi PMK tersebut. Tapi persentasenya sangat kecil, dibawah satu persen.

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Ahmad Farozi
eko mustiawan/sripoku.com
Petugas dari Puskeswan Tugumulyo saat melakukan vaksinasi PMK kepada ternak warga di Desa Q1 Tambah Asri Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Mura, Sumsel, Kamis (29/9/20220. 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) terus melakukan optimalisasi pencegahan penyakit muluk dan kuku (PMK), dengan melakukan vaksinasi PMK.

Meski bertujuan mencegah penularan, namun masih ada pemilik ternak menolak vaksinasi PMK tersebut. Tapi persentasenya sangat kecil, dibawah satu persen.

Selebihnya, 99 persen warga Kabupaten Musi Rawas menerima dan menyambut baik kegiatan vaksinasi tersebut. Bahkan meminta langsung kepada petugas untuk melakukan vaksin ke ternaknya.

Hal itu disampaikan Paryono, salah seorang petugas Puskesmas Tugumulyo, saat diwawancarai Sripoku.com, Kamis (29/9/2022) usai melakukan vaksin PMK di Desa Q1 Tambah Asri Kecamatan Tugumulyo.

Paryono mengaku, kegiatan vaksinasi PMK dilaksanakan sejak adanya wabah PMK yang menyerang sejumlah ternak milik masyarakat di Kecamatan Tugumulyo.

"Vaksin ini baru pertama, sejak adanya wabah PMK masuk ke wilayah Kabupaten Mura," kata Paryono.

Menurutnya, kegiatan vaksin ini dilaksankan untuk mencegah penularan wabah PMK pada ternak sapi. Dimana vaksin akan dilaksanakan hingga dosis ketiga atau booster.

"Ini yang pertama, setelah satu bulan kedepan vaksin lagi untuk dosis kedua. Kemudian enam bulan kedepan vaksin lagi untuk dosis ketiga atau booster," jelasnya.

Dikatakannya, vaksin diberikan kepada semua ternak sapi, mulai dari yang kecil hingga yang besar. Kemudian untuk dosis, setiap ekor sapi hanya dengan 2 ml.

"Minimal usia di atas 15 hari, sudah bisa divaksin. Untuk dosis sama 2 ml. Jadi 1 botol vaksin itu untuk 25 ekor. Jenis vaksin yang dipakai yakni Cavac FMD," ungkapnya.

Paryono juga menyebut, selama pelaksanan vaksin PMK, ada beberapa warga yang menolak ternaknya divaksin. Hal itu, tidak dipermasalahkan, sebab vaksin ini tanpa ada paksaan.

"Ada yang nolak, tapi itu dibawah 1 persen. Karena memang tidak ada paksaan, yang nolak tidak kami vaksin. Meskipun ini gratis," ucapnya.

Sementara itu, Sulaiman salah seorang warga Desa Q1 Tambah Asri Kecamatan Tugumulyo mengaku, senang dengan adanya petugas kesehatan hewan yang datang langsung untuk melakukan vaksin PMK.

"Alhamdulillah, senang mas karena ada petugas yang datang untuk vaksin. Jadi kami tidak repot," kata Sulaiman.

Lebih lanjut Sulaiman menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, vaksin ini untuk mencegah penularan penyakit PMK, yang bisa menyebabkan kematian pada ternak sapi.

"Sudah ada kejadian di Desa ini, makanya kami senang kalau ada vaksin PMK," tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved