Berita Muba

Jalur Mobil Terhalang, Pemicu Terjadinya Pembunuhan di KM 82 Simpang Bayat Bayung Lencir Muba

Pelaku kemudian turun sembari membawa parang dan memukul kaca depan mobil korban dan membacoknya berkali-kali dibagian kepala korban.

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Ahmad Farozi
fajeri/sripoku.com
Tersangka Junardi Situmeang ketika diamankan di Mapolres Muba. 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Karena tak terima jalur mobilnya terhalang, Apriyanto meregang nyawa dikeroyok Junardi Situmeang (32) dan Dosma (DPO).

Peristiwa itu terjadi di Jalan Hauling Batubara KM 82 desa Simpang Bayat kecamatan Bayung Lencir pada 2 Maret 2022 lalu, sekitar pukul 19.30 WIB.

Pengeroyokan bermula saat mobil Junardi mengambil jalur mobil korban (Apriyanto) di jalan menanjak. Korban tak terima jalur mobilnya terhalang lalu turun dan menghampiri mobil Junardi.

Keduanya cekcok lalu berkelahi. Setelah itu korban pergi meninggalkan pelaku. Namun pelaku tidak terima dan mengajak rekannya Dosma mengejar mobil korban.

Setelah berhasil mengejar, pelaku kemudian menghentikan kendaraannya didepan kendaraan korban.

Pelaku kemudian turun sembari membawa parang dan memukul kaca depan mobil korban dan membacoknya berkali-kali dibagian kepala korban.

Sedangkan pelaku Dosma menyusul turun dari mobil dengan membawa pipa aspak kemudian memukul kaca mobil korban dan kepala korban sebanyak satu kali.

Setelah kejadian itu, korban yang terluka dibawa ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong. Sementara usai melakukan aksinya kedua pelaku kabur melarikan diri.

Kapolres Muba AKBP Siswandi didampingi Kasi Humas AKP Susianto, Kasat Reskrim AKP Dwi Rio Andrian, dan Kapolsek Bayung Lencir IPTU Deby Apriyanto mengatakan, keberadaan pelaku terdeteksi di Pekanbaru pada 9 Sepmeber 2022.

Untuk menangkap pelaku, pihaknya bekerjasama dengan Dit Intelkam Polda Riau.

"Pelaku ditangkap tanpa perlawanan. Sebelumnya kita juga sudah mengamankan sebilah parang, satu buah pipa aspak, bukti visum dan surat kematian korban," ujarnya, Kamis (29/9/2022).

Atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal 170 ayat (2) ke-2,3 KHUP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. “Untuk DPO masih kita lakukan pengejaran,”jelasnya.

Sumber:
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved