Breaking News:

Berita Muba

Hukuman Kasus Pembunuhan Belum Selesai, Mantan Kades di Muba ini Dijerat Kasus Korupsi ADD

"Tersangka ini juga telah dihukum atas kasus pembunuhan dan telah di vonis 9 tahun penjara,” ujar Kapolres MUba AKBP Siswandi, Kamis (29/9/2022).

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Ahmad Farozi
fajeri/sripoku.com
Hukuman atas kasus pembunuhan yang dilakukannya belum selesai, Sukri (44) kembali berurusan dengan hukum. Mantan Kades Tampang Baru Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Muba itu diduga terjerat kasus korupsi anggaran ADD saat dia masih menjabat kades tahun 2014. Tampak Sukri di Polres Muba, Kamis (29/9/2022). 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Hukuman atas kasus pembunuhan yang dilakukannya belum selesai, kini Sukri (44) kembali berurusan dengan hukum.

Mantan Kepala Desa Tampang Baru Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Muba itu diduga terjerat kasus tindak pidana korupsi anggaran ADD tahun anggaran 2014.

Dugaan kasus korupsi terjadi, saat mantan kades periode 2009 - 2015 itu masih aktif menjabat Kades Tampang Baru.

Kapolres Muba AKBP Siswandi didampingi Kasi Humas AKP Susianto dan Kasat Reskrim AKP Dwi Rio Andrian, mengatakan, tersangka terjerat kasus korupsi ADD tahun anggaran 2014 senilai Rp1.129.047.400.

Dugaan kasus korupsi ADD ini dilaporkan pada tahun 2016.

"Pada tahun 2014, mantan kades ini mencairkan ADD di Desa Tampang Baru dengan nominal Rp1 Milyar lebih," kata AKBP Siswandi, Kamis (29/9/2022).

Dikatakan, penggunaan dana yang seharusnya untuk operasional belanja fisik konstruksi, tidak sesuai dengan daftar usulan rencana pembangunan program ADD.

"Sehingga menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 233 juta," Kata AKBP Siswandi.

Lanjutnya, hari ini penyidik juga telah menyelesaikan kasusnya dan telah P22. "Hari ini sudah P22, tersangka dan barang bukti akan kita serahkan ke JPU," katanya.

Disebutkan, kasus tindak pidana korupsi ini butuh waktu dan proses panjang dalam pengungkapan. Meski dugaan korupsi ini terjadi 8 tahun yang lalu.

“Alhamdulilah hari ini kasusnya bisa kita tuntaskan. Tersangka ini juga telah dihukum atas kasus pembunuhan dan telah di vonis 9 tahun penjara,” ujarnya.

Adapun Sukri mengaku dan bertanggung jawab untuk kegiatan menggunakan dana ADD itu.

"Ya, aku selaku Kepala Desa Tampang Baru pada saat itu. Saya kooperatif dan siap untuk bertanggung jawab dalam kasus ini, "ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved