Apa Itu KDRT? Kasus Menjerat Lesti Kejora & Rizky Billar, Kenali Bentuknya dan Ancaman bagi Pelaku

Isu KDRT mencuat di tengah rumah tangga yang dijalani Lesti Kejora dan Rizky Billar. Berikut ini bentuk kekerasan serta ancaman & sanksi bagi pelaku.

Penulis: Tria Agustina | Editor: pairat
YouTube
Ini arti KDRT yang dialami Lesti Kejora hingga melaporkan Rizky Billar. 

SRIPOKU.COM - Berikut ini penjelasan lengkap mengenai KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) yang saat ini tengah heboh terjadi dalam rumah tangga Lesti Kejora dan Rizky Billar.

Rumah tangga Lesti Kejora dan Rizky Billar saat ini tengah diguncang lantaran isu KDRT yang terjadi.

Baru-baru ini beredar informasi jika Lesti Kejora istri Rizky Billar melapor ke polisi soal tindak KDRT.

Pedangdut ternama di Tanah Air tersebut mengadu ke polisi, membuat laporan mengalami Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).

Lantas, apakah yang dimaksud dengan KDRT serta apa saja yang termasuk ke dalamnya? Berikut ini ulasan selengkapnya.

Baca juga: Dugaan KDRT Terkuak, Lesti Kejora Lakukan Visum, Berat Badan Istri Rizky Billar Menyusut: Depresi!

Ilustrasi KDRT
Ilustrasi KDRT (SRIPOKU.COM / ANTON)

KDRT merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi bagi masyakarat Indonesia.

Istilah KDRT ini juga sudah diketahui oleh banyak orang terutama dalam urusan rumah tangga.

KDRT merupakan singkatan dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Biasanya KDRT dialami dalam keluarga seperti pasangan suami dan istri, ayah terhadap anak bahkan kakek terhadpa cucu berupa tindakan kekerasan.

Tindakan kekerasan tersebut juga bisa dilakukan oleh orangorang terdekat yang intinya menetap dalam rumah tangga termasuk pembantu.

KDRT juga dimaknai sebagai kekerasan terhadap perempuan oleh anggota keluarga yang memiliki hubungan darah.

Dilansir melalui komnasperempuan.go.id, Pasal 1 UU PKDRT mendefinisikan KDRT sebagai,

... perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.

Sudah ada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) sejak 16 tahun lalu dan telah diimplementasikan dalam pencegahan dan penanganan perempuan korban kekerasan.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved