Tinggalkan Keluarga, Banyak Warga Rusia Malah Lari ke Kazakhstan, Apa Alasannya ?

Di perbatasan Rusia ke Kazakhstan ada antrean panjang sampai beberapa kilometer.

AP PHOTO/ALEXEI ALEXANDROV
Konvoi militer Rusia bergerak di jalan raya di daerah yang dikuasai oleh pasukan separatis dukungan Rusia di dekat Mariupol, Ukraina. Gambar diambil Sabtu, 16 April 2022. 

SRIPOKU.COM -- Di perbatasan Rusia ke Kazakhstan ada antrean panjang sampai beberapa kilometer, terutama di persimpangan yang mengarah ke Kota Petropavlovsk dan Uralsk.

Khususnya kaum muda Rusia banyak yang lari ke Kazakhstan sejak 21 September, setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan mobilisasi parsial untuk memperkuat pasukan perang di Ukraina.

Di penyeberangan perbatasan Syrym ke arah Uralsk, bagian paling barat Kazakhstan, dua pria, mungkin berusia 40 dan 18 tahun, telah menunggu lama.

Mereka senang akhirnya bisa melintasi perbatasan.

Mereka akan pergi ke Uralsk untuk pertama kalinya.

Dari sana mereka ingin melanjutkan perjalanan ke Eropa.

Banyak pelarian yang memiliki kerabat di Eropa, bahkan ada yang memiliki visa Schengen yang memungkinkan mereka masuk ke sebagian besar negara Eropa.

===

Cari Aman

Igor dari Samara adalah seorang programmer.

Dia melintasi perbatasan ke Kazakhstan dengan berjalan kaki.

Dia mengatakan terpaksa meninggalkan istri dan dua anaknya di rumah.

Dia mengantre selama dua belas jam untuk bisa masuk ke Kazakhstan.

"Saya akan pergi ke Uralsk untuk melarikan diri dari apa yang mengancam saya di kampung halaman saya. Teman-teman saya sudah direkrut, saya belum."

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved