Berita Palembang

Berkeluh Kesah, Pelajar di Palembang Malah Dijual Sejoli ke Pria Hidung Belang, 2 Kali Ngamar

Mereka kenal di Facebook, lalu korban pun berkeluh kesah, kedua pelaku memanfaatkannya" kata wanita berumur belasan itu

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Andi Wijaya
Unit PPA Polrestabes Palembang mengamankan sejoli yang menjual pelajar di Kota Palembang melalui aplikasi Michat, Rabu (28/9/2022) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sejoli di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) tega menjual gadis belia CA ke pria hidung belang melalui aplikasi Michat.

Sejoli yang menjual anak di bawah umur CA itu diketahui berinisial M dan A. Keduanya kenal dengan korban melalui Facebook.

Korban CA ternyata kenal dengan sejoli ini berawal dari berkeluh kesah ke pelaku.

Pelaku kemudian menawarkan untuk menjual korban ke pria hidung belang.

Hal ini terungkap dari pengakuan teman korban. Menurut temannya ini CA baru berkenalan dengan pelaku selama sehari.

Setelah perkenalan itu, korban diajak kedua pelaku.

"Mereka kenal di Facebook, lalu korban pun berkeluh kesah, kedua pelaku memanfaatkannya" kata wanita berumur belasan itu, Rabu (28/9/2022).


Kini sejoli itu sudah diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Polrestabes Palembang, Kamis, (22/9/2022), sekira pukul 15.00 WIB.


Keduanya ditangkap unit PPA Pimpinan Kanit PPA, Ipda Cici Sianipar, di tempat berbeda.

Pertama petugas menangkap M saat berada di kawasan 2 Ulu Palembang, lalu petugas pun melakukan pengembangan dan berhasil menangkap A pacar pelaku saat berada di Hotel Oyo Berlian.

Informasi yang dihimpun Sripoku.com, aksi penjualan anak yang dilakukan dua sejoli ini terjadi pada, Minggu, (18/9/2022) sekira pukul 13.00 WIB di OYO 578 Sugoi Kost yang terletak di jalan Bangau Kecamatan IT III, Palembang.


Dimana kedua sejoli ini nekat menjualkan korban yakni CA (15), berstatus pelajar, warga Kecamatan SU I, Palembang dengan mengunakan akun Michat.

"Benar unit PPA Polrestabes Palembang berhasil mengungkap perjualan anak melalui akun michat, " ungkap Kapolrestabes, Palembang Kombes Pol Mokhamad Ngajib, melalui Kasat Reskrim Poltestabes, Palembang Kompol Tri Wahyudi Kepada Sripoku.com, Rabu (28/9/2022).

Lanjutnya, jadi kedua pelaku ini telah melakukan eksploitasi ekonomi dan seksual / memperdagangkan Korban yakni CA melalui Aplikasi Michat dengan harga sekali main Rp 300 ribu.

Pelaku melanggar pasal pasal 76 I Jo Pasal 88 UU RI No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak atau Pasal 13 UU No 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana kekerasan seksual atau pasal 332 KUHP

"Dengan ancaman penjara seumur hidup dan maksimal 15 tahun penjara," tegasnya.

Selain mengamankan kedua tersangka, ditambahkan Kasat Reskrim, anggotanya juga mengamankan barang bukti berupa 1 unit ponsel tersangka yang berisi komunikasi antara tersangka dan pria hidung belakang.

"Ya anggota juga mengamankan barang bukti berupa ponsel tersangka yang berisi kan chat tawar menawar saat hendak menjajakan korban CA," tutup Tri.

 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved