Berita Musi Rawas

Kadis PU BM Musi Rawas Bilang Harga Baja Melonjak Tinggi, Pembangunan Jembatan Terpaksa Ditunda

"Jembatan di Pelawe tahun ini tidak bisa dilaksanakan pembangunannya. Karena terkait harga baja yang melonjak," kata Alawiyah, Senin (26/9/2022).

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Ahmad Farozi
eko mustiawan/sripoku.com
Alawiyah, Kepala Dinas PU Bina Marga Musi Rawas 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Harga baja melonjak tinggi, pembangunan jembatan di Kabupaten Musi rawas ditunda.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Musi Rawas, Alawiyah, usai mengikuti upacara peringatan UU Pokok Agraria di Kantor BPN setempat, Senin (26/9/2022).

Menurutnya, pembangunan jembatan di Kabupaten Musi Rawas tidak bisa dituntaskan dalam satu waktu. Karena standarnya harus ada perencanaan terlebih dahulu.

"Kemudian harga pembangunan jembatan juga tidak murah. Jadi tidak muluk-muluk, tapi kita tetap menjaga kondisi jalan dan jembatan bisa terhubung," katanya.

Pada tahun 2022 ini kata Alawiyah, Pemkab Musi Rawas hanya mengalokasi pembangunan dua unit jembatan.

"Tahun ini, ada dua unit jembatan yang kami bangun, yakni di Kecamatan Sumber Harta dan Muara Kelingi," ujarnya.

Disinggung mengenai kelanjutan pembangunan jembatan di Desa Pelawe Kecamatan BTS Ulu, Alawiyah mengaku, pembangunan jembatan itu tidak bisa dilanjutkan tahun ini, mengingat harga baja yang melonjak.

"Jembatan di Pelawe tahun ini tidak bisa kami laksanakan pembangunannya. Karena terkait harga baja yang melonjak mengakibatkan kita terhalang. Kemudian ditambah dengan kenaikan PPN, apalagi ada kenaikan BBM," katanya.

Kepala Desa Pelawe Kecamatan BTS Ulu, Sopian saat dikonfirmasi, membenarkan kondisi jembatan di Pelawe yang belum tuntas pengerjaannya.

"Sudah tiga tahun dimulai, tapi belum ada kelanjutan. Sekarang, baru beton disisi kanan kiri sungai," kata Sopian.

Dikatakan, melihat kontruksi yang ada, rencana jembatan dibangun yakni jembatan gantung, di atas Sungai Musi. Dimana, jembatan tersebut penghubung Desa Pelawe bagian dalam dan juga bisa ke Desa Lubuk Pauh.

"Harapan segera dibangun, dilanjutkan serta diselesaikan, karena masyarakat sudah nunggu-nunggu dan berharap. Apalagi sudah ada pembangunan awalnya," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved