Berita Lahat

DPRD Lahat Hj Yunani Sebut Perbaikan Jalan Rusak tak Kunjung Selesai di Merapi Timur Biang Kemacetan

"Seharusnya dipercepat. Ini kepentingan umum. Dalam waktu dekat akan kita surati Balai Besar Jalan Nasional Sumsel," kata Hj Yunani Senin (26/9/2022).

Penulis: Ehdi Amin | Editor: Ahmad Farozi
ehdi amin/sripoku.com
Lamanya perbaikan jalan rusak di Jalinsum Lahat-Muara Enim, antara Desa Prabu Menang dengan Banjar Sari, Kecamatan Merapi Timur, Kabuaten Lahat, membuat kerap terjadi macet. Tampak lokasi jalan yang belum selesai diperbaiki, Senin (26/9/2022). 

SRIPOKU.COM, LAHAT - Perbaikan jalan tak kunjung selesai di Jalinsum Lahat-Muara Enim, antara Desa Prabu Menang dengan Banjar Sari, Kecamatan Merapi Timur, Kabuaten Lahat, ditenggarai jadi salah satu biang kemacetan.

Anggota DPRD Lahat, Hj Yunani menyoroti pekerjaan yang dilakukan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) V Sumsel itu.

Menurutnya, kerusakan jalan itu salah satu penyebab kemacetan Jalinsum Lahat-Muara Enim hingga saat ini.

Kerusakan jalan nasional itu sudah terjadi sejak akhir April lalu. Sejak saat itu, kemacetan di jalan yang juga dilintasi oleh ratusan armada batubara, belum juga bisa teratasi.

“Seharusnya dipercepat. Ini kepentingan umum. Dalam waktu dekat akan kita surati Balai Besar Jalan Nasional Sumsel,” tegas Hj Yunani, Senin (26/9/2022).

Selain pengerjaan dipercepat, perusahaan batubara seharusnya mengurangi jumlah armada yang keluar. Sebab jalan tersebut jalan umum, bukan jalan khusus batubara.

“Perusahaan batubara juga tidak mau sadar diri. Mentang harga batubara sedang naik, seluruh kendaraan dikeluarkan," katanya.

"Ya mereka untung, tapi masyarakat dirugikan. Setiap malam masyarakat harus merasakan macet disana,” sambung Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Menanggapi hal itu, Bram, kontraktor pelaksana pengerjaan jalan mengungkapkan, saat ini proses perbaikan jalan sudah mencapai 80 persen.

Menurutnya, perbaikan jalan selesai dan bisa kembali dilintasi kendaraan setidaknya membutuhkan waktu satu bulan lagi.

"Saat ini terus dikerjakan. Tentu butuh proses. Selain ini karena lokasinya di jalan lintas kendaraan cukup ramai," katanya, Senin (26/9/2022).

Sebelumnya, PPTK BBPJN V Sumsel, Maulana berdalih, pengerjaan pemasangan beton dilokasi itu bukan distop, tapi masih terus berjalan.

Menurutnya, saat ini sedang menunggu umur beton. Pengerjaan beton sepanjang 60 meter itu, kontruksinya menggunakan pondasi dalam. Maka ada ketetapan waktu yang harus diikuti.

“Meskipun tidak besar, pengerjaannya kompleks. Rencana awal bulan Desember selesai, tapi kita kejar dipertengahan Oktober. Kita pasang beton agar tidak terjadi lagi longsor, baru setelah itu penimbunan jalan,” kata Maulana.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved